Program Studi Pendidikan Tata Boga (S1)

 

Sejarah awal Program Studi Tata Boga tidak terlepas dari sejarah Jurusan IKK, karena program studi ini masih di bawah lingkup Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK). Adapun perkembangannya adalah sebagai berikut: Tanggal 17 februari 1981 SK Rektor HUP No. 84/SP/1981, yang menyatakan bahwa Jurusan Tata Boga berada pada Fakultas Ilmu Pendidikan yang meliputi Jurusan Tata Boga, Jurusan Tata Graha, dan Jurusan Tata Busan. Perkembangan selanjutnya pada tanggal 8 Desember 1983, SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0545/0/1983 ketiga jurusan berada di bawah Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) menjadi Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 112/DIKTI/Kep/1984 dan SK Rektor IKIP NO. 2091/SP/1985 Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga terdiri dari:

  1. Program Studi Tata Boga
  2. Program Studi Tata Busana
  3. Program Studi Tata Rias.

SK Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan National RI No.269/DlKTl.Kep/2000  pada tanggal 10 Agustus 2000 lebih mengukuhkan keberadaan program-program studi tersebut.

 

Perkembangan dalam Lima Tahun Terakhir

Sejak tahun 2000, Jurusan IKK memperoleh hibah Due-like yang ditujukan untuk perbaikan efisiensi internal. Program yang berakhir pada tahun 2005 ini telah memberikan banyak perubahan kinerja bagi PS Tata Boga. Kinerja PS Tata Boga semakin meningkat dengan diperolehnya PHK-A3 dari Dirjen Dikti pada tahun 2006 dan hibah laboratorium yang didanai oleh Fakultas Teknik-UNJ pada tahun 2007. Perubahan penting yang terlihat adalah:

  1. Terjadinya peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan pendidikan gelar dan non gelar (S2, S3 dan kursus singkat)
  2. Terjadinya peningkatan jumlah laboran dan tenaga administrasi yang mengikuti pelatihan dan magang
  3. Terjadinya peningkatan ketersediaan alat kantor
  4. Terjadinya peningkatan ketersediaan bahan pustaka seperti buku teks (sebanyak 632 judul), jurnal ilmiah (sebanyak 9 jurnal), e-book (telah ada 3 judul buku), dan e-journal (telah ada 9 jurnal).
  5. Terlaksananya berbagai seminar, workshop, lokakarya dan pelatihan
  6. Terjadinya peningkatan ketersediaan alat dan fasilitas pendukung laboratorium
  7. Terjadinya peningkatan partisipasi dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  8. Terjadinya peningkatan IPK lulusan, waktu tunggu kerja, waktu penyelesaian studi dan skor TOEFL.

 

Dasar Pendirian

SK Penataan dan Penetapan Kembali Ijin Penyelenggaraan
Program Studi :136/DIKTI/Kep/2007
Tanggal SK     :21 September 2007

 

Akreditasi Program Studi

Program Studi PendidikanTata Boga telah diakreditasi dengan nilai A berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.007/BAN-PT/Ak-IX/S1/VI/2005.

 

Gelar Lulusan

Gelar Lulusan Program Studi Pendidikan Tata Boga (S1) adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd)

 

Konsentrasi/Peminatan

1. Jasa Boga

2. Patiseri 

 

 

VISI

Menjadi lembaga pendidikan tinggi di bidang tata boga yang bercirikan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan memiliki keunggulan kompetitif dalam memenuhi standar internasional guna merebut peluang kerja serta mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

 

MISI

  1. Menyelenggarakan program pendidikan yang bermutu andal dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dunia usaha/ industri, lokal, nasional dan internasional, sehingga lulusan siap memasuki dunia kerja.
  2. Menciptakan iklim yang kondusif dengan memberdayakan semua potensi yang dimiliki guna memberikan  pelayanan prima kepada pengguna melalui program pendidikan yang berkualitas.
  3. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sehingga mampu berkompetisi di era pasar bebas.

 

TUJUAN PENDIDIKAN

  1. Program Studi  Pendidikan Tata Boga bertujuan  menghasilkan Sarjana Pendidikan yang mampu:
  2. Mengajar di sekolah umum maupun kejuruan serta pendidikan luar sekolah
  3. Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan lembaga usaha di bidang Boga
  4. Melakukan penelitian dan mengembangkan ilmu di bidang Boga.

 

KOMPETENSI LULUSAN

Lulusan   Program   Studi   Pendidikan   Tata   Boga   mempunyai kompetensi sebagai berikut:

1. Pedagogik

Lulusan dapat menjadi tenaga pendidik yang mampu :

  1. Mampu mengajar di sekolah formal dan non formal,
  2. Mampu merancang program pendidikan formal (SLTP, SMU dan SMK),
  3. Mampu merancang program pendidikan non formal untuk kursus-kursus, pelatihan dan training
  4. Mampu menyusun program penyelenggaraan makanan bergizi pada institusi (Rumah Sakit, Asrama, Panti Werda, dan Iain-lain)
  5. Mampu menyelenggarakan program konsultasi dietetik bagi masyarakat berkebutuhan khusus (hipertensi, diabetes, jantung, diit, gout, autis, atlet, dan Iain-lain)
  6. Mampu melakukan penyuluhan di bidang dietetik pada masyarakat
  7. Mampu mengaplikasikan sistem komputerisasi paket program boga dan dietetik
  8. Mampu mengolah dan memodifikasi resep serta mengangkat citra makanan tradisional
  9. Mampu menyelenggarakan (merencanakan, mengolah dan menyajikan) makanan oriental.

2. Kepribadian

Menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, sehingga menjadi teladan bagi peserta didik, mandiri dan bertanggung jawab terhadap perkembangan profesinya, anak didiknya, lingkungan kerjanya, masyarakat dan bangsanya.

3. Profesional

Lulusan dapat menguasai :

  1. Mampu menyelenggarakan (merencanakan, mengolah dan menyajikan) makanan continental,
  2. Mampu mengembangkan inovasi pengolahan dan pengawetan pangan,
  3. Mampu mendesain dan menata hidangan untuk buku dan iklan di berbagai media dengan kemampuan kulineri yang dimiliki,
  4. Mampu mendemonstrasikan berbagai jenis makanan di berbagai tempat,
  5. Mampu menulis artikel bidang boga pada media cetak,
  6. Mampu mengelola restoran, katering, dan toko kue/roti,
  7. Mampu memimpin organisasi pada bidang pelayanan makanan dan minuman di hotel,
  8. Mampu menerapkan SSOP (Standard Sanitation Operating Procedures) pada bidang usaha boga dan industri pangan, i. Mampu membuka lapangan kerja bidang boga.

4. Sosial

Lulusan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/ wali dan masyarakat.