Seminar Lokakarya "Teaching Profesional Practice Professor Heather Fehring & Dr Jennifer Elsden-Clifton"

Sekolah Pendidikan menjadi terlibat di dalam proyek inisiatif Praktek Profesional Akademi Pengajaran Departemen Pendidikan dan Pelatihan Victoria yang merupakan dasar di dalam kegiatan PPL
  • Rektor UNJ,FIP UNJ
Kerjasama Internasional untuk Meningkatkan Pengalaman Mahasiswa Pendidikan Guru Awal di dalam Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Penempatan Mengajar di dalam kegiatan PPL adalah komponen yang penting dari semua tingkatan pendidikan.  Model kerjasama Universitas dan sekolah terpadu memberikan pengalaman dinamis kepada mahasiswa PPL.  Di RMIT di Sekolah Pendidikan pada tahun 2013, Sekolah Pendidikan menjadi terlibat di dalam proyek inisiatif Praktek Profesional Akademi Pengajaran Departemen Pendidikan dan Pelatihan Victoria yang merupakan dasar di dalam kegiatan PPL.
Sekelompok sekolah yang terdiri dari 12 sekolah di Melbourne Utara membentuk kerjasama dengan Sekolah Pendidikan di Universitas RMIT untuk bekerja sama memberikan pendekatan pembelajaran di tempat yang  inovatif untuk guru-guru pre-service.  
Tujuan utama Praktek Profesional Akademi Pengajaran adalah untuk: 
1. Meningkatkan kapasitas guru pre-service untuk memasuki profesinya
2. Melibatkan guru pre-service di dalam lingkungan sekolah, memungkinkan mereka untuk menunjukkan kemampuan praktek profesional, dan mengintegrasikan secara lebih baik teori dan praktek.
3. Meningkatkan kapasitas sekolah untuk memberikan praktikum efektif untuk guru-guru pre-service.

Institut Australia-Indonesia telah memberikan dana kepada Sekolah Pendidikan Universitas RMIT untuk bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Jambi sehubungan dengan peningkatan kinerja mahasiswa di dalam kegiatan PPL.  Universitas di Australia dan di Indonesia sedang mencari model PPL yang baru.  Professor Heather Fehring dan Dr. Jennifer Elsden-Clifton sedang bekerja dengan Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Jambi yang akan mengunjungi sekolah untuk mempelajari tentang implementasi praktis dari model TAPP (Praktek Profesional Akademi Pengajaran) di Victoria untuk disesuaikan dengan Universitas di Indonesia yang spesialisasinya pendidikan guru.  Pertukaran ide dan kegiatan ini akan memperkuat pembangunan profesional guru-guru saat ini di Indonesia melalui kerjasama universitas dan sekolah yang lebih kuat.


Pengantar Inisiatif TAPP (Praktek Profesional Akademi Pengajaran ) 


Tahun 2013, menteri Victoria yang bertanggung jawab pada profesi mengajar yaitu Peter Hall, mengumumkan strategi “Arah baru untuk tindakan: pengajaran dan kepemimpinan sekolah kelas dunia” yang menetapkan agenda reformasi tenaga pengajaran pemerintah Victoria pada 3 pilar utama yaitu:
1. menarik orang-orang yang sangat baik untuk mengajar
2. menciptakan profesi mengajar dengan penampilan yang sangat baik
3. membangun dan memperkuat kepemimpinan sekolah
Salah satu reformasi kunci yang diusulkan dalam strategi ini adalah pembangunan akademi mengajar.  Setiap akademi terdiri dari kerjasama antara sekelompok sekolah dan minimum 1 universitas akan memberikan pendekatan pembelajaran di tempat untuk guru-guru pre-service.  Tahun 2014, Pemerintah Victoria mendanai penetapan 12 Akademi Pengajaran.
Tujuan utama Praktek Profesional Akademi Pengajaran (TAPP) adalah untuk: 
1. Meningkatkan kapasitas guru pre-service untuk memasuki profesinya
2. Melibatkan guru pre-service di dalam lingkungan sekolah, memungkinkan mereka untuk menunjukkan kemampuan praktek profesional, dan mengintegrasikan secara lebih baik teori dan praktek.
3. Meningkatkan kapasitas sekolah untuk memberikan praktikum efektif untuk guru-guru pre-service.
4. Memperkuat pembangunan profesional guru-guru saat ini melalui kerjasama universitas-sekolah yang lebih kuat
5. Mempengaruhi desain dan penyampaian kuliah pendidikan guru di Universitas
6. Memberikan kesempatan pembangunan profesional mentor yang ditargetkan untuk staf pengajar yang ada
7. Menetapkan kerjasama penelitian untuk meningkatakan dasar pengetahuan tentang pendidikan guru inisial yang efektif.

Karakteristik kunci Sekolah Pendidikan RMIT Akademi TAPP:
Fokusnya adalah mahasiswa pendidikan tahun kedua yaitu guru/mahasiswa pre-service yang mengambil mata kuliah Pengalaman Profesi: sebagian di universitas dan sebagian di sekolah.  Kuliah ini memiliki fokus untuk mempelajari bagaimana mengimplementasikan teknologi secara efekti di dalam konteks ruang kelas yang autentik.  Pada saat di sekolah, guru-guru pre-service ditempatkan dalam kelompok kecil terdiri dari 12 sampai dengan 16 orang dan mengalami:
1. Program Penempatan (guru-guru pre-service disupervisi oleh Mentor Guru)
2. Program Workshop (guru-guru pre-service diajarkan tentang mendesain dan mengajarkan urutan pelajaran yang terdiri dari 3 sampai dengan 4 pelajaran yang melibatkan ICT, dan
3. Program Coaching (guru-guru pre-service menerima umpan balik, observasi, dan model sehubungan dengan tujuan pembelajaran mereka)
Program workshop dan program coaching diajarkan oleh coach di sekolah (guru praktisi yang dibebaskan dari mengajar dan dibayar sebagai tutor oleh RMIT).  Coach di sekolah akan memiliki peran ganda untuk mendukung dan melatih guru-guru pre-service untuk mencapai tujuannya dan mendukung mentor guru dengan tujuan mentornya.
Pada bagian pertama kegiatan disampaikan selama 5 minggu di Universitas, mahasiswa diperkenalkan terhadap program dan elemen-elemen kuncinya.  Mahasiswa menilai penampilan akhir dari kegiatan praktikum, dan pengetahuan mereka saat ini dan level performans yang diharapkan berdasarkan Standard Profesional Australia untuk Guru.  Kemudian mahasiswa mengembangkan kedalam 4 tujuan tahapan (siswa, guru, pembelajaran jarak jauh, dan perencanaan) menggunakan kerangka GROW dan SMART.
Pada bagian kedua program, disampaikan selama 4 minggu di salah satu sekolah mitra, mahasiswa meletakkan tujuannya dalam kegiatan.  Untuk melakukan hal yang demikian, mahasiswa didukung oleh coach di sekolah, guru praktisi yang dipekerjakan sekolah, yang melatih mereka mengenai cara mereview dan memodifikasi tujuan mereka berdasarkan sekolah spesifik dan konteks ruang kelas.  Selama 4 minggu, Coach di sekolah mengarahkan mahasiswa melakukan observasi dan siklus umpan balik mingguan, dan mengarahkan sesi pelatihan individu dan/atau kelompok dimana tujuan diperjelas atau dipertimbangkan kembali, demikian pula melaksanakan workshop minggunan dengan kelompok teman sebayanya.
Empat workshop ini meliputi:
1. Memperbaiki tujuan mahasiswa untuk menyesuaikan dengan konteks pembelajaran.  Mendiskusikan dan mengembangkan beberapa prosedur/pengharapan untuk bekerja sama.
2. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar lebih sesuai dengan konteks ruangan kelas, tujuan, dan kapabilitas.
3. Mencerminkan periode penempatan untuk menetapkan dan berpartisipasi dalam percakapan profesional tentang pencapaian tujuan dan tantangan-tantangan yang ada.
4. Mendiskusikan pengalaman belajar sehubungan dengan tujuan utama dan teori, serta merefleksikan pada pembelajaran profesional di sekolah


Tanggung jawab terbagi untuk mendukung pendidikan guru awal

• Melbourne Utara – TAPP (Praktek Profesional Akademi Pengajaran) University RMIT menetapkan sebuah model untuk mendukung pendidikan guru awal yang mencari tanggung jawaba yang lebih luas yang terbagi untuk pembangunan keterampilan dan pengetahuan guru-guru pre-service selama penempatan praktikum.
• Melalui pengembangan pengalaman profesional pendekatan coaching (disebut model CAPE), universitas telah mengidentifikasikan coach di sekolah sebagai pendorong utama pembangunan pendidikan guru berbasis sekolah.  Coach bertanggung jawab untuk mendukung dan melatih mentor yang bekerja dengan guru-guru pre-service.  Coach bertanggung jawab untuk membantu guru-guru pre-service untuk mendefinisikan dan merevisi tujuan pembelajaran mereka pada mereka mencapai Standard Profesional Australia untuk Guru-Guru (APST Standards).
• Universitas menginvestasikan secara signifikan di dalam Coach yang terlihat sebagai sumber penting bagi universitas dan sekolah dalam memberikan arahan dan dukungan untuk pendidikan guru di awal.  Pekerjaan ini membutuhkan komitmen utama dari sekolah untuk melepaskan mereka dari kewajiban mereka.
• Keterampilan coach dikembangkan melalui dukungan profesional berbasis kebutuhan dan sesuai konteks yang difasilitasi oleh universitas.  Coach didanai oleh universitas untuk beberapa waktu dibebastugaskan untuk mengalami pembelajaran profesional di dalam kegiatan coaching dan mentoring.  Coach melatih mentor di sekolah menggunakan model TOT (Training of Trainer).
• Dalam konsultasi dengan sekolah-sekolah TAPP (Praktek Profesional Akademi Pengajaran), universitas juga mengembangkan ruangan untuk sumber daya pembelajaran profesional dalam rangka mendukung coach dan mentor.  Salah satunya adalah buku pegangan coach dengan nasihat-nasihat tentang strategi coaching dan mentoring, melaksanakan workshop, dokumen komunikasi sampel, dan nasihat untuk mendukung guru-guru pre-service.  Sumber daya online telah dikembangkan yang meliputi website tertutup untuk coach dan mentor dan file audio digital yang menunjukkan kegiatan mentoring dan coaching yang efektif.  Selain itu juga terdapat serangkaian alat audit untuk membantu mengukur kemajuan guru-guru pre-service berdasarkan Standard Profesional Australia untuk Guru-Guru (APST Standards).  Demikian pula terdapat program pembelajaran profesional 2 hari untuk coach yang direncanakan pada semester 2 tahun 2016.  Fokusnya adalah bagaimana coach dapat mendukung mentor secara efektif.
• Universitas terutama menginvestasikan pada coach untuk menciptakan kebudayaan tanggung jawab yang terbagi dan untuk menumbuhkan profesi dengan cara yang lebih strategis.  Hal ini akan diteruskan untuk memonitor dan merespon kebutuhan coach, mentor, dan guru-guru pre-service.

Materi dapat di unduh pada laman berikut : http://bit.ly/seminarlokakarya 

Berita Terbaru