Plt. Rektor UNJ beserta 23 Rektor dari Kampus PTN Menandatangani MOU Kredit Pendidikan dengan BTN

Menteri menyambut baik upaya perbankan dalam merespon arahan Presiden RI Joko Widodo untuk ikut mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kredit pendidikan (student loan).
  • Kegiatan, Rektor UNJ

Humas UNJ – Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) terkait Kredit Pendidikan yang dilaksanakan di Gedung D Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Bersama dengan 23 Rektor lainnya dari perguruan tinggi negeri, Plt. Rektor menandatangani kerjasama kredit pendidikan yang mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi dari S1 hingga S3. Adapun Plafon kredit yang akan dikucurkan mencapai Rp 200 juta per orang dengan suku bunga bunga flat 6,5 persen selama 5 tahun. Kredit pendidikan ini nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan di antaranya biaya masuk sekolah atau kuliah, biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), daftar ulang dan kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

Acara penandatanganan kerjasama ini disaksikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, dan Direktur Utama Bank BTN Maryono. Dalam sambutannya, Menteri menyambut baik upaya perbankan dalam merespon arahan Presiden RI Joko Widodo untuk ikut mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kredit pendidikan (student loan). “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bank BTN yang telah menginisasi pemberian kredit kepada mahasiswa di Indonesia. Diharapkan kerjasama ini berkontribusi pada peningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” ucap Nasir dalam sambutannya. Terkait kredit pendidikan, Nasir mengatakan dirinya pun dulu juga menggunakan produk pembiayaan pendidikan bernama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Karenanya melalui kredit pendidikan dari Bank BTN ini Nasir berharap anak Indonesia bisa menyelesaikan kuliahnya dan bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan saat ini masyarakat Indonesia tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer. Masyarakat Indonesia, lanjutnya, mulai menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya. "Untuk tahun ini kami targetkan dana senilai Rp 500 miliar, tapi untuk tiga bulan masa percobaan mulai bulan ini dana yang kami berikan senilai Rp 100 miliar," ujar Maryono Direktur Utama BTN. Lebih lanjut Maryono menjelaskan melalui kredit pendidikan ini, BTN ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.