Workshop dan Sosialisasi Hibah PDS

WhatsApp Image 2018-06-01 at 2.18.50 PM

Program PDS (Penugasan Dosen di Sekolah) adalah lanjutan dari hibah kurikulum yang sudah dilaksanakan selama 2 tahun dan menghasilkan banyak perangkat pembelajaran. Program ini merupakan hibah dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti yang melibatkan tim dosen dari prodi tertentu untuk terjun ke sekolah. Oleh karena itu, Universitas Negeri Jakarta melalui Pusat PPL/PKL, Jumat (1/6/2018) mengadakan workshop guna menyusun program PDS sekaligus sosialisasi pedoman dan urutan kegiatannya.

Ada 7 program studi yang dilibatkan dalam program ini yaitu Penjaskesrek, Matematika, Geografi, Bahasa Indonesia, PGSD, PLB, dan Ekonomi. Masing-masing Koorprodi tersebut bersama 2 orang perwakilan berkelompok dalam penyusunan rincian program PDS.

“Yang unik adalah dosen harus terjun langsung ke sekolah dan berperan sebagai guru. Tetapi, yang harus diingat adalah dosen dan guru itu berbeda. Secara psikologis sangat berbeda. Jadi perlu ada persiapan khusus agar tujuan PDS ini bisa tercapai, “ jelas Dr. Komarudin, M.Si (Wakil Rektor II UNJ) saat membuka acara workshop tersebut.

Sebagai bekal mengajar di sekolah, dosen pun harus berpegang pada Pasal 3 UU Sisdiknas Tahun 2003 dan Pasal 8 UU No 14 Tahun 2005. “Pasal tersebut menyebutkan bahwa guru wajib mempunyai kualifikasi min S1/D4, kompetensi, sertifikat, sehat jasmani rohani, dan yang terpenting harus bisa mencapai tujuan nasional pendidikan,” kata Dr. Totok Bintoro, M.Pd (Ketua LP3M UNJ).

Pelaksanaan program PDS ini juga akan dimonitoring baik secara internal oleh PPjM maupun secara eksternal oleh Dirjen Belmawa. “Selain menghasilkan laporan akhir, ada 28 video pembelajaran berdurasi 15 menit yang harus diserahkan ke LPTK, “ jelas Dr. Otib Satibi, M.Pd. Lebih lanjut, Dr. Gusti Yarmi, M.Pd merencanakan bahwa nantinya artikel PDS yang dihasilkan bersama bisa diterbitkan minimal pada jurnal nasional.

 

(CN)