Atlet UNJ Meraih Medali Perak dan Perunggu pada Kejuaraan Dunia 32nd King’s Cup 2017 World Sepaktakraw Championship

Atlet UNJ Meraih Medali Perak dan Perunggu pada Kejuaraan Dunia  32nd King’s Cup 2017 World Sepaktakraw Championship

Atlet UNJ Meraih Medali Perak dan Perunggu pada Kejuaraan Dunia 32nd King’s Cup 2017 World Sepaktakraw Championship

King’s Cup World Sepaktakraw Championship merupakan event tertinggi pada cabang olahraga sepaktakraw yang diikuti oleh 36 Negara dari seluruh Dunia diantaranya yaitu Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Comboja, Brunei Darussalam, Vietnam, Australia, Bangladesh, Belgia, Brazil, China Taipe, China, Prancis, Jerman, India, Iran, Japan, Korea, Laos, Macao, Myanmar, Nepal, New Zealand, Oman, Pakistan, Philipines, Sri Lanka, Swis, USA, Timor Leste, serta beberapa negara lainnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung selama 32 kali sepanjang sejarah pelaksanaannya untuk menghormati King of Thailand, pada kesempatan kali ini dilaksanakan pada tanggal 11 s.d. 17 Desember 2017 di Fushion Island, Bangkok, Thailand.

Para atlet Universitas Negeri Jakarta yang terpilih mengikuti kegiatan tersebut yaitu alby pratama untuk atlet putra, serta untuk atlet putri yaitu Asmaul Husna, Dita Pratiwi, Mia Darfiati, Juliana, selain atlet UNJ terdapat pula atlet Akademi Prestasi Olahraga Nasional (AKORNAS) yaitu Dicky Purwanto serta Slamet Dwi Santoso, serta atlet dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yaitu Devi dan Ningsih yang tergabung dalam atlet PPLM (Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa) Nasional gagasan Sentra Keolahragaan KEMENPORA RI disamping itu juga terdapat satu atlet Nasional yang mendampingi yaitu Syamsul Hadi dari Jawa Timur.

Perjalan para atlet muda Indonesia tidaklah mudah, pada kategori regu putra setelah lolos pada babak penyisihan dihadapkan pada atlet Filipine pada babak 8 besar yang pernah meraih medali emas pada SEA Games Kuala lumpur 2017, setelah kalah set pertama 21-17, anak muda mulai bangkit pada set kedua, pertandingan berlangsung sangat kompetitif, pada akhirnya tim indonesia berhasil menang 24-22, pada set ketiga Indonesia berhasil menang dengan skor 21-19, dengan demikian regu putra berhasil melaju ke semifinal menghadapi singapore.

Pada babak semifinal Indonesia mengalami kekalahan pada set pertama 21-15, begitupun pada set kedua sudah tertinggal 20-15, namun pada kesempatan itu regu putra indonesia kembali bangkit dan berhasil menang 22-20, pada set ketiga indonesia berhasil leading jauh sehingga bisa menuntaskan perlawanan singapore dengan skor 21-15. Pada babak final atlet muda Indonesia berhadapan dengan Regu no 1 Malaysia, dan harus puas meraih medali perak setelah kalah dari malaysia dengan Skor 21-15, 21-12. Dengan demikian Malaysia meraih medali emas, Indonesia perak serta Korea dan Singapore meraih medali perunggu

Pada regu putri setelah lolos ke babak 8 besar atlet Indonesia menghadapi Malaysia, dan meraih kemenangan dengan skor 2-0 langsung, perlu diingat bahwa para atlet malaysia merupakan atlet yang mengalahkan atlet senior Indonesia dengan kontroversi pada SEA Games 2017 di kuala lumpur. Masuk pada babak semifinal tim indonesia bertemu Korea pada babak semifinal, namun demikian tim indonesia tidak mampu menahan serangan bertubi-tubi dari para atlet korea yang memiliki variasi servis dan smah, dengan demikian regu putri indonesia harus puas meraih medali perunggu bersama vietnam, sementara itu korea berhasil meraih medali emas, perak diraih oleh Myanmar.