100 Mahasiswa Asal Mappi Ikuti Program Matrikulasi di UNJ untuk Persiapan Dunia Kampus

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Dipercaya Susun Kajian Model Pembelajaran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Grand Final Pilmapres 2026, Ini Daftar Juaranya!

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Karakter Mahasiswa UNJ

Terima Kunjungan Kedubes Myanmar, UNJ Tawarkan Keunggulan Program Sarjana Terapan Teknik Sipil

Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Institusi Berbasis Aturan Terbaru

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Jakarta, Humas UNJ — Sebanyak 100 mahasiswa baru asal Kabupaten Mappi, Papua, mengikuti program matrikulasi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini berlangsung selama tiga minggu di Kampus A UNJ dan bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar akademik, keterampilan belajar, serta pengenalan lingkungan kampus sebelum memasuki perkuliahan reguler.

Para peserta berasal dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Bahasa Inggris.

“Selama matrikulasi ini kami fokus belajar keterampilan dasar bahasa Inggris, seperti speaking, grammar, dan latihan berbicara di depan umum. Ini sangat membantu agar kami tidak kaget saat mulai kuliah nanti,” ujar Reni, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Selain penguatan kemampuan bahasa, mahasiswa juga mengikuti kegiatan pengenalan akademik dan orientasi kampus. Mereka difasilitasi dengan transportasi kampus, pendampingan dari mahasiswa senior di masing-masing program studi, serta dukungan akademik dari para dosen UNJ.

Lodewina, mahasiswa Program Studi PGSD, mengungkapkan bahwa suasana kelas selama matrikulasi terasa menyenangkan dan kondusif untuk belajar.

“Dosen-dosennya interaktif dan terbuka. Kami diajak berdiskusi, praktik mengajar, dan mengenal konsep dasar pendidikan. Suasananya hangat, dan kami cepat akrab satu sama lain,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan kampus yang ramah serta kehadiran teman-teman dari berbagai daerah membuat proses adaptasi menjadi lebih mudah. “Awalnya sempat canggung, tapi sekarang sudah mulai nyaman dan semangat mengikuti kegiatan,” katanya.

Di luar kegiatan akademik, mahasiswa juga mengikuti sharing session bersama organisasi kemahasiswaan UNJ setiap sore. Pada hari ini, sesi tersebut menghadirkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ. Dua perwakilan BEM, Hapsa dan Hasna, berdiskusi dengan mahasiswa Mappi mengenai kehidupan organisasi dan dinamika kemahasiswaan di UNJ.

Kegiatan sharing session ini merupakan bagian dari rangkaian pengenalan budaya organisasi kampus, yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa baru dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Besok, sharing session akan dilaksanakan di Sekretariat Ormawa di Gedung G agar mahasiswa lebih mengenal lingkungan kampus, beradaptasi, dan berbaur dengan mahasiswa lainnya,” ujar Hapsa dan Hasna. Setelah program matrikulasi berakhir, mahasiswa akan mengikuti kegiatan pengenalan kampus bertajuk ESPEK (Eksplorasi Potensi dan Karakter) sebelum memulai perkuliahan aktif pada awal September 2025.