Jakarta – Humas UNJ. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyambut kedatangan 100 mahasiswi baru asal Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, yang diterima melalui jalur kerja sama antara UNJ dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi. Menariknya, seluruh peserta yang diterima merupakan perempuan dan ini menjadi sebuah langkah strategis dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.
Acara penyambutan berlangsung di Gedung Olahraga Lantai 3 UNJ (8/7) dan dihadiri oleh Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, jajaran wakil rektor, sekretaris universitas, para dekan dan direktur, koordinator program studi, serta pimpinan di lingkungan UNJ.
Program ini merupakan bagian dari Program unggulan Bupati Mappi yang menargetkan pencapaian 1.000 sarjana asli Papua dalam lima tahun. Dalam rencana target tersebut, UNJ menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung misi Pemerintah Kabupaten Mappi. Hal ini tentu sejalan dengan komitmen universitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pada kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas kehadiran para mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang ketat dan menunjukkan potensi akademik yang menjanjikan.
“Mereka adalah generasi penerus yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal maupun Indonesia secara keseluruhan. Penyambutan ini menandai awal dari perjalanan akademik mereka di UNJ,” ujar Prof. Ifan.
Ke-100 mahasiswa baru tersebut terbagi ke dalam empat rombongan belajar yang tersebar di tiga program studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pembagian ini bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran dan adaptasi, serta memastikan pendampingan akademik berjalan optimal.

Sebagai bagian dari proses transisi, para mahasiswa mengikuti program matrikulasi yang difokuskan pada pengenalan kampus, sistem akademik, dan fasilitas yang tersedia di UNJ. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pelatihan bela negara di Ciwidey, Bandung, pada 8–10 Agustus 2025.
“UNJ berkomitmen penuh untuk mendampingi mahasiswa asal Mappi agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun. Setiap rombongan belajar didampingi oleh dosen pembimbing akademik dan mahasiswa senior sebagai mentor adaptasi,” tambah Prof. Ifan.
Sementara itu Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan strategis nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua. Ia menyebut kehadiran mahasiswa asal Mappi sebagai energi baru bagi UNJ dan bukti bahwa pendidikan adalah jembatan menuju kemajuan bersama.

“Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Mappi. Ini merupakan investasi serius dalam membangun masa depan anak-anak daerah,” ujar Prof. Komarudin.
Rektor juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di UNJ dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa kesempatan ini adalah peluang emas untuk mengembangkan diri dan menjadi kebanggaan bagi daerah asal.
“Manfaatkan waktu empat tahun ini sebaik-baiknya. Kalian datang sebagai harapan, dan kembalilah sebagai kebanggaan bagi Kabupaten Mappi,” lanjutnya.
Sebagai motivasi, Rektor UNJ turut membagikan kisah inspiratif mahasiswa asal Papua yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, baik di bidang olahraga maupun akademik. Kisah tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Papua memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.

Di akhir sambutan, Prof. Komarudin mengingatkan pentingnya semangat pantang menyerah dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Selamat datang di UNJ. Selamat belajar selama empat tahun. Berikan yang terbaik untuk daerah kalian dengan pulang sebagai sarjana. Selamat merajut asa selama berkuliah di UNJ,” tutupnya.

Juru Foto: Asenk