9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

UNJ dan PT Happy Lab Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Talenta Kreator Digital Mahasiswa yang Inovatif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ – Pertemuan rutin tahunan Francophonie kembali di gelar di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ pada 23 April 2026 dengan bertema “La Semaine Francophonie & Rencontre des Ambassadeurs 2026”.

Pertemuan Francophonie kali ini juga turut dihadiri duta besar negara sahabat seperti Duta Besar Prancis, Duta Besar Chili, Duta Besar Hungaria, Duta Besar Rumania, Duta Besar Rwanda, Duta Besar Tunisia, Perwakilan Duta Besar Ukraina, Duta Besar Uruguay, Duta Besar Mesir, Wakil Direktur IFI, serta para perwakilan Duta Besar.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto mengatakan Pertemuan Francophonie menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi budaya dan pendidikan lintas negara. Ia juga menyampaikan salam dari Rektor UNJ Prof. Komarudin yang belum bisa hadir lantaran tengah menunaikan ibadah haji.

“Melalui dialog yang hangat dan pertukaran gagasan yang konstruktif tidak hanya memperkaya pemahaman tentang Francophonie tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada bidang pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama internasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran para Duta Besar mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sikap saling pengertian, mempererat hubungan antar bangsa, serta meneguhkan peran UNJ sebagai ruang perjumpaan global yang inklusif dan inspiratif.

Kegiatan ini diawali dengan pemutaran film yang memberikan gambaran tentang nilai dan budaya negara-negara Francophonie, dan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang melibatkan audiens serta para duta besar.

Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung, mengajukan pertanyaan, serta menggali wawasan terkait hubungan internasional, peluang pendidikan, hingga kerja sama lintas negara.

Pada tahap akhir juga diresmikan pembukaan pameran foto karya patung seni pahat dari Kedutaan Besar Rumania melalui tema “Constantin Brâncuși” yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Samsi Setiadi.

Ia juga mengucapkan apresiasi atas kontribusi berbagai pihak sehingga terselenggaranya seluruh kegiatan dan pameran foto ini.

“Kehadiran pameran ini menjadi simbol nyata eratnya hubungan budaya antara Indonesia dan Rumania,” pungkasnya.

Samsi menambahkan bahwa pameran foto karya Constantin Brâncuși tidak sekedar mengandung estetika visual semata, tetapi juga mengandung makna dan nilai filosofis yang mendalam dari aspek seni modern.

“Ini menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika UNJ untuk memperluas wawasan lintas budaya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam perspektif kerja sama internasional, pameran ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, sekaligus membuka peluang pengembangan program bersama di masa depan, baik dalam bidang seni, pendidikan, maupun penelitian.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara UNJ dan berbagai institusi di Rumania,” katanya

Pada kesempatan itu juga turut hadir untuk membuka acara, Duta Besar Rumania, M. Dan Adrian Balanescu bersama Duta Besar Prancis, M. Fabien Penone yang menegaskan bahwa karya-karya pameran menggambarkan kolaborasi yang erat antara Prancis dan Rumania.