Rektor UNJ: Kolaborasi, Tata Kelola, dan Inovasi Kunci Menuju Universitas Berkelas Dunia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tutup PKKMB 2025, Lebih dari…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pembekalan Keprotokolan Duta UNJ untuk Meningkatkan Profesionalisme Representasi Universitas

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Humas UNJ, Jakarta- Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Komarudin, menghadiri langsung hari kedua lokakarya tata kelola akademik, kemahasiswaan, dan sumber daya yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Maret 2025, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika, lantai 2, Kampus A UNJ.

Dalam sambutannya, Prof. Komarudin menegaskan bahwa program studi adalah ujung tombak akademik di bawah koordinasi Dekan dan Wakil Dekan I. Sebagai garda terdepan, kinerja program studi sangat dirasakan oleh sivitas akademika. Oleh karena itu, tanggung jawab seorang Koordinator Program Studi (Koorprodi) tidak ringan, melainkan berat dan kompleks. Namun, jika dijalankan dengan niat tulus ikhlas dan sebagai ibadah, maka semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

Prof. Komarudin ketika memberikan sambutan

Selain diniatkan sebagai ibadah, tugas tersebut juga harus diniatkan untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain, termasuk mahasiswa dan dosen. Koorprodi juga diharapkan menjadi pemecah masalah (problem solver) untuk mengatasi berbagai isu dengan mekanisme terbaik. Diharapkan pula Koorprodi memiliki sistem kerja dan manajemen yang baik agar dapat menata kelola dan memitigasi masalah, sehingga dapat membangun sistem tata kelola akademik yang terbaik.

“Akademik itu panjang, sejak mahasiswa masuk sampai mereka lulus, bahkan kalau bisa sampai setelah lulus. Ada layanan purnanya” imbuh Prof. Komarudin.

Selain itu, Prof. Komarudin juga menekankan pentingnya kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antar program studi di lingkungan UNJ maupun dengan universitas lain, baik di dalam maupun luar negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas riset serta publikasi ilmiah, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi reputasi UNJ di tingkat internasional. Pada program pascasarjana, kolaborasi ini juga dapat dilakukan dengan menghadirkan dosen penguji dari luar.

“Karena tekad kita adalah menuju universitas berkelas dunia, jadikan itu menjadi tekad untuk melakukan praktik baik pada program studi agar tidak menjadi sekadar tagline, membangun metode kerja baru dalam rangka membangun tata kelola yg baik dan membangun sistem.” ujar Prof. Komarudin. Ia juga berharap para Koorprodi yang selama ini proaktif dalam menjalin komunikasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk universitas lain, industri, dan praktisi, dapat terus melanjutkan upaya tersebut. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran dan membuka peluang baru bagi mahasiswa dan dosen. Para pimpinan fakultas juga diharapkan dapat mengawal dan mendukung para Koorprodi dalam menjalankan tugas mereka, ucap Prof. Komarudin.