Jakarta, 2 Juni 2025- Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi PPKN FISH UNJ) bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Membumikan Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan dan kebangsaan.
Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Muhamad Rafiq, diikuti oleh laporan dari Ketua Pelaksana, Yuyus Kardiman, yang juga merupakan Koordinator Program Studi Sarjana dan Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FISH UNJ. Dalam sambutannya, Yuyus berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat dan menjadi langkah maju bagi bangsa.

Ketua Umum AP3KnI, Prof. Sapriya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar ini dan menekankan relevansi tema yang diangkat sebagai refleksi terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila.
Selanjutnya, Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
Acara ini juga dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn.) M. Nasir Madjid, yang mewakili Gubernur Lemhannas RI, dan H. Tb. Ace Hasan Syadzily.
Seminar ini terdiri dari dua sesi panel. Sesi pertama dimoderatori oleh Yasnita Yasin. Narasumber pertama, Ichwani Siti Utami, menyampaikan materi mengenai konsep dasar kewarganegaraan dan konstitusi sebagai landasannya.
“kewarganegaraan bukan cuma soal status hukum, tapi juga soal rasa memiliki dan berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” ungkap Utami.
Narasumber kedua, Mariatul Kiptiah, membahas Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pilar integrasi sosial di tengah keberagaman.
“Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya beragam: suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Keberagaman ini merupakan kekayaan sekaligus tantangan bagi kehidupan berbangsa.” ungkap Mariatul. Sesi panel pertama diakhiri oleh Yuyus Kardiman, membawakan materi bertajuk Pancasila dan Keadilan Sosial: Jalan Menuju Kesejahteraan Bersama. beliau menyampaikan “sila ke-5 yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menjadi landasan penting dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.”
Setelah sesi pertama selesai, dilakukan penandatanganan nota perjanjian kerjasama antara FISH UNJ dan BPIP RI oleh Firdaus Wajdi, Prof. Muhammad Sabri, dan Yuyus Kardiman. Kemudian dilanjutkan dengan sesi panel kedua dimoderatori oleh Syifa Sarifa.
Narasumber pertama, Prof. Muhammad Sabri, membahas materi kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa yang bhineka. “Dalam konteks kehidupan yang bhineka ini, Pancasila berperan sebagai penyatu perbedaan sekaligus sebagai pedoman dalam membangun harmoni sosial, politik, dan budaya.” ungkapnya.
Dilanjutkan oleh I Putu Windu Mertha Sujana, yang membahas pentingnya menghidupkan gotong royong sebagai bentuk nyata aktualisasi Pancasila. Ia mengatakan “Gotong royong adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang telah ada sejak lama. Nilai ini tidak hanya mencerminkan kebersamaan, tetapi juga menjadi cermin dari semangat Pancasila, terutama sila ke-3 (Persatuan Indonesia) dan sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).”
Sesi ditutup oleh Wahyudin Noe, yang mengangkat tema Pancasila sebagai landasan etika sosial dalam masyarakat multikultural.
“Pancasila sebagai landasan etika sosial memberikan pesan moral dan nilai-nilai universal yang mampu menjembatani perbedaan dalam masyarakat yang bermacam-macam.” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama perwakilan narasumber dan penutupan yang penuh semangat oleh pembawa acara.
Penulis: BFA dan IRK
Editor: WPS
Tim FISH Media Center