Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Foreign Affairs Office Pemerintah Kota Changchun, Tiongkok, pada Jumat, 13 Juni 2025. Pertemuan berlangsung di Ruang VIP Gedung Rektorat UNJ, Kampus A, Rawamangun, Jakarta.
Delegasi Changchun dipimpin oleh Yang Xiaoping, Wakil Direktur Foreign Affairs Office Pemerintah Kota Changchun, didampingi oleh Dong Yu, Yang Kaiming, serta Hu Haibin dan Qiao Yao selaku Chairman dan Chairman Assistant dari HK Haibin. Rombongan disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, bersama Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan, serta Direktur Akademik, Agung Premono.

Dalam sambutannya, Andy Hadiyanto menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen UNJ untuk memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan mitra dari Tiongkok.
“Kami telah menjalin hubungan baik dengan Mr. Haibin melalui China-Indonesia Cultural and Educational Exchange Association, termasuk dalam pengiriman mahasiswa Tiongkok ke UNJ. Hari ini, kami membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Changchun,” ujar Andy.
Andy juga mengungkapkan bahwa UNJ siap membuka peluang investasi, salah satunya melalui pemanfaatan lahan seluas 80 hektare di Cikarang. Lahan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi rumah sakit pendidikan, gedung pertemuan, hingga sekolah internasional. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga dapat mencakup sektor lain yang saling menguntungkan.

Sementara itu, Yang Xiaoping menyampaikan rasa senangnya dapat berkunjung langsung ke UNJ. Ia memperkenalkan Changchun sebagai kota industri manufaktur terkemuka di Tiongkok, khususnya di sektor otomotif, serta sebagai pusat pendidikan tinggi dengan 49 universitas di wilayahnya.
“Kami berharap dapat mendirikan Mandarin Language Center tidak hanya di Al-Azhar, tetapi juga di UNJ,” ungkap Yang Xiaoping.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara UNJ dan Changchun diharapkan dapat menjadi jembatan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok melalui jalur pendidikan, budaya, dan investasi.