Wujudkan Keadilan Pembangunan dari Kepi ke Jakarta, Seratus Asa Perempuan Muda dari Mappi Terajut di UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Perkuat Kolaborasi Global dengan Filipina…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, Humas UNJ — Dari ujung timur Indonesia, di balik heningnya rimba dan tenangnya aliran Sungai Digul, seberkas cahaya harapan kini menyala di jantung ibu kota. Seratus mahasiswi muda dari Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, melangkah gagah ke ruang-ruang kuliah Universitas Negeri Jakarta (UNJ), membawa misi mulia untuk merajut asa pembangunan tanah kelahirannya lewat ilmu pengetahuan. Mereka yang disambut hangat oleh pimpinan UNJ pada Selasa, 8 Juli 2025, datang bukan sekadar untuk menuntut ilmu, tetapi membawa mimpi kolektif sebuah daerah yang selama ini bergulat dalam keterbatasan pembangunan.

Di balik mata yang bersinar dan semangat yang menyala, mereka adalah generasi perubahan yang lahir dari program strategis “1.000 Sarjana Mappi”. Sebuah program inisiatif Pemerintah Kabupaten Mappi untuk menciptakan SDM unggul, terutama dari kalangan perempuan. Dengan rasa optimis dan penuh kepercayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi pun menjalin kerja sama pendidikan dengan UNJ untuk mensukseskan program “1.000 Sarjana Mappi”. Kerja sama ini pun disambut baik UNJ. Sebab kerja sama ini senapas dan sevisi dengan UNJ untuk membangun peradaban bangsa melalui pendidikan. Seratus mahasiswi Mappi ini nantinya tersebar di tiga program studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Bagi Herlina, salah satu dari 100 mahasiswi yang mengikuti program ini, kepergiannya ke Jakarta khususnya UNJ adalah lebih dari sekadar perpindahan geografis. “Saya tidak hanya membawa nama saya. Saya membawa harapan ibu saya, kampung saya, dan masa depan anak-anak di distrik saya yang belum pernah melihat bangku kuliah dan kemegahan Ibu Kota,” ungkapnya sambil menahan haru.

Berangkat dari rumah-rumah panggung di Papua Selatan menuju bangku kampus UNJ, mereka menghadapi perubahan budaya, iklim, bahkan bahasa. Namun satu hal yang tetap mereka genggam erat, yaitu keyakinan bahwa pendidikan adalah jembatan menuju kemerdekaan yang sesungguhnya bagi masyarakat Mappi.

Langkah Pemerintah Kabupaten Mappi yang memberangkatkan seratus putri terbaiknya adalah sebuah pernyataan tegas bahwa perempuan Papua khususnya Mappi juga harus menjadi garda terdepan pembangunan. Tidak lagi menjadi penonton, tapi pelaku utama dalam mencerdaskan generasi, memperjuangkan kesehatan, dan membangun tatanan sosial yang lebih adil di tanah mereka. Untuk itu kedatangan mereka yang penuh semangat luar biasa berkuliah di UNJ, bukan sekadar program beasiswa semata. Ini adalah investasi sejarah bagi masa depan Kabupaten Mappi, dan Papua Selatan pada umumnya.

UNJ sebagai kampus multikultural yang menampung mahasiswa dari seluruh pelosok Nusantara, berkomitmen menjadi rumah yang aman dan ramah bagi para putri terbaik Mappi ini. Selama di UNJ, mereka nantinya akan mendapatkan pendampingan akademik, bimbingan psikososial, hingga ruang-ruang ekspresi budaya agar tetap terhubung dengan akar identitasnya.

Di setiap ruang kelas, perpustakaan, bahkan ruang-ruang sosial kampus, kelak jejak langkah mahasiswi Mappi ini akan terasa. Mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi tengah mempersiapkan diri sebagai guru, bahkan pemimpin masa depan yang akan kembali dan membangun kampung halamannya dengan ilmu dan cinta demi kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Untuk itu program 1.000 Sarjana dari Mappi bukan hanya tentang angka. Ini adalah tentang menjahit ulang peta keadilan pembangunan, dari Jakarta hingga Kepi, dari gedung-gedung tinggi hingga dusun-dusun jauh. Seratus perempuan muda yang kini kuliah di UNJ adalah bab awal dari sebuah kisah panjang program 1.000 Sarjana dari Mappi. Sebuah kisah di mana suara perempuan Papua tidak hanya didengar, tetapi menjadi fondasi peradaban baru di timur Indonesia, khususnya di Kabupaten Mappi.

Seratus perempuan muda Mappi ini sedang menulis sejarah bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam kehidupan nyata masyarakat mereka nanti setelah mereka menyandang gelar sarjana UNJ. Ketika kelak mereka kembali ke Mappi sebagai sarjana, mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi membawa pulang nyala harapan yang selama ini redup-redam. Karena dari Timur, mentari memang terbit pertama kali. Dan kini, dari Mappi, cahaya itu mulai perlahan menghangatkan seluruh negeri yang dimulai dari asa berkuliah di UNJ. (Syf)