Jakarta, Humas UNJ – Para penerima manfaat program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan kunjungan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 7–9 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap proyek pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga mengunjungi Pulau Onrust sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Pramuka. Di sana, mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas konservasi, seperti penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, pelepasan ikan, serta berdiskusi dengan warga setempat mengenai isu-isu lingkungan.
Salah satu peserta, Robiya Nurmatova, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai yang pertama kalinya berada di sebuah pulau.
“Saya berasal dari Asia Tengah, dan di negara saya tidak ada pulau. Saya sangat senang bisa berada di tempat seperti ini, terlebih lagi di Indonesia,” ujarnya.
Robiya juga menyampaikan bahwa ia merasa bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan konservasi, terutama dalam penanaman mangrove dan pelepasan ikan. Menurutnya, pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh semua orang.
Senada dengan Robiya, Manoj Khadka, peserta BSBI lainnya, menyebut Pulau Pramuka sebagai tempat yang sangat indah dan bersih.
“Pulau Pramuka sangat bersih dan indah. Kita bisa melihat ikan langsung di dalam air. Ini sungguh luar biasa,” katanya.
Bagi Manoj, menghabiskan waktu di laut dan di atas kapal merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Ia menambahkan bahwa kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove, pelepasan ikan, dan rehabilitasi karang sangat penting untuk menjaga ekosistem laut.
Namun, menurutnya, hal yang paling berkesan adalah kesempatan berdialog dengan warga setempat.
“Banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan dari diskusi bersama masyarakat Pulau Pramuka,” tuturnya.