Jakarta – Humas UNJ. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan program matrikulasi bagi 100 mahasiswa baru asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Kegiatan ini berlangsung sejak 14 Juli hingga 1 Agustus 2025 dan bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kesiapan akademik serta kepercayaan diri sebelum memasuki perkuliahan reguler.
Program matrikulasi dilaksanakan setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, di beberapa lokasi kampus UNJ. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) mengikuti kegiatan di Ruang 905, Tower A SFD, Fakultas Teknik. Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris mengikuti kegiatan di Gedung Raden Dewi Sartika, Lantai 3, Ruang 309. Adapun mahasiswa Program Studi PGSD dibagi menjadi dua kelas yang berlokasi di Gedung Raden Ajeng Kartini, Ruang 608 dan 609.
Program ini dirancang sebagai pendampingan akademik intensif sekaligus sarana adaptasi sosial dan budaya kampus. Salah satu pengajar dari Prodi PTIK Fakultas Teknik UNJ, Nugroho Saputra, menjelaskan bahwa matrikulasi ini tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada penguatan mentalitas dan kepercayaan diri mahasiswa.

“Tujuan utamanya adalah menjembatani kesenjangan pengetahuan, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Target kami adalah agar mereka percaya diri dan memiliki keterampilan dasar digital, logika pemrograman, serta literasi akademik sebelum memulai kuliah reguler,” ujar Nugroho.
Selama hampir tiga minggu, mahasiswa mendapatkan materi komprehensif yang mencakup:
Pengantar Teknologi Informasi (hardware, software, jaringan, sistem operasi)
Matematika Dasar dan Kombinatorika
Logika dan Algoritma (flowchart, pseudocode, struktur kontrol)
Pemrograman Dasar (menggunakan Python dan Scratch)
Multimedia (teks, gambar, audio, video, animasi)
Literasi Digital (Word, Excel, PowerPoint, Google Workspace)
Bahasa Inggris Akademik dan TIK
Proyek Mini dan Ujian Teori-Praktik
Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, praktik langsung, serta evaluasi. Pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa, termasuk penggunaan bahasa yang mudah dipahami, media visual, dan praktik kontekstual.

Rosalina, mahasiswa Prodi PGSD yang akrab disapa Rosa, mengungkapkan bahwa suasana kelas sangat menyenangkan dan materi mudah dipahami. Hal ini membuatnya selalu bersemangat mengikuti kegiatan matrikulasi.
Cornelia, mahasiswa lainnya, juga merasa senang karena kegiatan diawali dengan penjemputan menggunakan bus, tur keliling kampus UNJ, serta kunjungan ke perpustakaan dan fasilitas belajar lainnya. Ia menilai para dosen menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti.
Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, pendekatan inklusif menjadi kunci keberhasilan program ini. Materi disesuaikan dengan kecepatan belajar mahasiswa, dilengkapi dengan review, pengulangan konsep penting, serta tugas bertahap yang disertai umpan balik langsung dari dosen.
“Meski awalnya terlihat canggung, antusiasme mahasiswa Mappi meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka semangat, aktif bertanya, dan cepat beradaptasi. Di awal memang ada rasa takut atau malu, tapi sekarang mereka sudah percaya diri, bahkan saling membantu dalam tugas kelompok,” tambah Nugroho.

Tantangan yang dihadapi mahasiswa tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus. Namun, seiring waktu, mereka mulai merasa terbiasa dan menunjukkan kemandirian.
“Perubahan kecil ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan semata soal isi materi, tetapi juga proses pendampingan, keberpihakan, dan kemanusiaan. Program matrikulasi ini menjadi ruang aman bagi mahasiswa Mappi untuk tumbuh, mengenal potensi diri, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan tinggi,” pungkas Nugroho.
