Perkuat Budaya Mutu Menuju WCU, SPM UNJ Gelar Pelatihan Auditor Mutu Internal

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ — Satuan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Jakarta (SPM UNJ) menyelenggarakan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) pada 4–6 Agustus 2025 di Naraya Hotel Jakarta. Kegiatan ini merupakan pelatihan pertama yang kembali digelar sejak terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2018. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya mutu menuju World Class University (WCU).

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi ternama, antara lain Prof. Retno Widowati dari Universitas Nasional yang membawakan materi tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan cara pengauditan; Prof. Setyo Pertiwi dari IPB University dengan materi mengenai evaluasi dalam satu siklus manajemen perguruan tinggi; serta Hisar Sirait dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie yang memaparkan topik “Bagaimana Menjadi Auditor yang Benar”.

Dari internal UNJ, pelatihan diisi oleh Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, yang menyampaikan materi berjudul “Evaluasi dan Peningkatan Perencanaan Pembelajaran Berbasis OBE”. Selain itu, Fauzi Bakri selaku Koordinator Pusat Akreditasi SPM UNJ, menjelaskan tentang ” Mekanisme Pelaksanaan Audit Mutu “. Para peserta juga mengikuti praktik audit dokumen dan diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman.

Ketua SPM UNJ, Fatah Nurdin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para auditor mutu internal.

“Pelatihan seperti ini terakhir kali digelar pada 2018. Tahun ini, meskipun dalam kondisi efisiensi, kami bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari Rektor sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Mudah-mudahan menjadi bekal dan semangat baru bagi para auditor,” ujarnya.

Fatah juga menekankan pentingnya pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di seluruh unit kerja UNJ. Audit mutu internal merupakan bentuk evaluasi sumatif yang wajib dilakukan setiap semester, sementara evaluasi diagnostik dan formatif berlangsung sepanjang tahun.

“Pelatihan ini mutlak dilaksanakan selama tiga hari dua malam agar peserta mengikuti secara penuh dari awal hingga akhir. Auditor yang tidak menyelesaikan pelatihan tidak akan diberikan sertifikat,” tegasnya.

Sementara itu Rektor UNJ, Prof. Komarudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjaminan mutu harus menjadi program, kebijakan, dan budaya yang melekat dalam diri sivitas akademika.

“Penjaminan mutu seharusnya menjadi bagian dari kepribadian kita, orientasinya pada mutu. Kalau mutu sudah menjadi budaya, maka kita akan lebih cepat mencapai cita-cita menjadi universitas kelas dunia,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa mutu akademik adalah kunci utama. Ia mencontohkan universitas besar dunia seperti Harvard dan Tsinghua yang memiliki reputasi tinggi karena kualitas akademiknya tercermin dari lulusan mereka.

“Dosen adalah roh dari universitas. Jika proses akademiknya bermutu dari awal hingga akhir, maka hasilnya pun bermutu,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Rektor juga mengusulkan adanya insentif tambahan bagi para auditor mutu internal yang dapat diusulkan melalui SPM. Ia mendorong para auditor agar aktif memantau perubahan yang terjadi dan tidak ragu menyampaikan temuan dalam rapat tinjauan manajemen.

“Kita persiapkan para auditor ini untuk juga bisa menjadi asesor di LAM maupun BAN. Kemampuan yang dimiliki tidak boleh berhenti di internal saja, tapi terus dikembangkan,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Komarudin memberikan apresiasi terhadap progres yang ditunjukkan oleh unit-unit kerja di UNJ, salah satunya Kantor Humas.

“Saya lihat progres di unit-unit luar biasa, salah satu contohnya adalah Kantor Humas. Karena kepala dan timnya bekerja luar biasa,” pungkasnya..