Jakarta, Humas UNJ-4 Agustus 2025 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Palangka Raya (UPR) menjalin kolaborasi strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dimulai pada 4–5 Agustus 2025 secara daring, dan dilanjutkan secara luring di kampus UPR pada 6 Agustus 2025. Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Natalina Asi serta Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, yang juga secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Turut hadir Kepala BP3 UNJ, Kepala LP3MP UPR, jajaran koordinator pusat, serta 20 peserta dari berbagai fakultas di lingkungan UPR.
Prof. Hernawan, Koordinator Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kependidikan (PPSK) BP3 UNJ, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. ToT PEKERTI-AA dirancang untuk membekali para dosen agar mampu menjadi instruktur andal, memperkuat pemahaman pedagogis, serta mendukung kebijakan sertifikasi instruktur dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam sambutannya, Natalina Asi menekankan pentingnya memahami karakteristik generasi mahasiswa masa kini. “Kita tidak hanya dituntut untuk mentransfer ilmu, tetapi juga memahami cara berpikir mereka. Dosen harus terus meng-upgrade diri karena amanah ini bukan pekerjaan biasa,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan UNJ sebagai mitra yang memiliki visi sejalan dalam memajukan sumber daya manusia pendidikan tinggi.
Sementara itu, Prof. Ifan Iskandar mengajak para peserta untuk memaknai pelatihan ini sebagai ruang tumbuh bersama. “Pengetahuan berkembang sangat cepat. Dosen tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus mampu memilah informasi yang bermutu dan relevan. ToT ini bukan forum untuk mengajari, melainkan forum untuk menyegarkan dan bergerak bersama,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan tiga literasi baru yang wajib dimiliki dosen, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Melalui pelatihan ini, UPR dan UNJ menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci dalam membangun kapasitas dosen yang adaptif dan unggul. Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam menciptakan sumber daya manusia unggul untuk masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari transformasi besar dalam dunia akademik kita,” tutup Prof. Ifan.
Kontributor: BP3 UNJ