Jakarta, Humas UNJ – Mahasiswa asal Mappi, Papua Selatan, bersama Unit Kesenian Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dalam kegiatan Seni Kumpul Tengah UKM (Sekuteng) X Mappi, yang digelar di Plaza UNJ pada Selasa, 6 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi lintas budaya yang mempersembahkan beragam penampilan seni, mulai dari tarian tradisional, puisi, hingga musik. Mahasiswa Mappi dan anggota UKM tampil bersama untuk mempererat ikatan kebudayaan serta memperkenalkan kekayaan seni khas Mappi kepada sivitas akademika UNJ.
Sekretaris UKM UNJ, Yenny Khairunnisa Pudjianto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa Mappi dalam kegiatan seni ini sebagai bentuk penghormatan atas keberagaman budaya yang tumbuh di lingkungan kampus. “Dengan kegiatan ini, harapannya kita semakin dekat dan terus berkolaborasi. Kami juga mengajak mereka bergabung ke UKM untuk mengembangkan kesenian bersama,” ujar Yenny dalam sambutannya.

Dosen pembimbing UKM, Indah Juniarsih, turut menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan aktif mahasiswa Mappi yang kini resmi menjadi bagian dari komunitas UNJ. Ia berharap Sekuteng menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk mengekspresikan potensi seninya. “Jadikan tempat ini sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan eksplorasi kesenian. Semua yang punya bakat seni, mari tunjukkan di sini,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa asal Mappi, Bibiana Kutuot, dari Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, mengaku sangat terinspirasi oleh puisi-puisi Chairil Anwar. “Puisi Chairil Anwar mengajarkan kita untuk berani dan bangkit. Saya ingin seperti beliau, berkarya lewat puisi dan bergabung dengan UKM,” katanya penuh semangat.
Sementara itu, Theofil Yanakaimu, mahasiswa Pendidikan TIK UNJ, turut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian khas Mappi bersama sekitar 20 penari lainnya. “Kami sering berlatih bersama orang tua di Mappi untuk tarian ini. Jadi kami siap tampil dan membawa semangat dari kampung halaman,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seni semata, tetapi juga simbol sinergi, keterbukaan, dan penguatan keberagaman budaya di UNJ. Melalui Sekuteng X Mappi, kampus menjadi ruang inklusif untuk berbagi, belajar, dan berkarya lintas latar belakang budaya.
