Indramayu, Humas UNJ — Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Widya Parimita, mendorong warga Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, untuk mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan kewirausahaan. Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Bulak melalui Kewirausahaan Berbasis Produk Lokal” ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNJ yang berfokus pada penguatan ekonomi desa berbasis potensi alam dan budaya setempat.
Kegiatan yang digelar pada 8 Agustus 2025 ini dihadiri 35 peserta yang terdiri dari warga, pelaku usaha mikro, dan tokoh masyarakat. Dalam penyampaian materi Widya Parimita menekankan bahwa kewirausahaan berbasis produk lokal adalah strategi penting untuk membangun ekonomi desa secara berkelanjutan. “Desa memiliki sumber daya yang kaya, baik alam maupun budaya. Dengan inovasi dan pengelolaan yang tepat, potensi ini bisa menjadi produk bernilai tambah tinggi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan mencakup pemetaan potensi produk lokal Desa Bulak, strategi pengembangan usaha berbasis komunitas, teknik pemasaran dan branding, hingga pemanfaatan media digital untuk promosi dan penjualan. Materi diberikan dengan pendekatan praktis agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya langsung. Para peserta juga dibagi ke dalam kelompok kerja untuk mengembangkan ide bisnis berbasis potensi desa masing-masing.

Salah satu ide inovatif yang muncul adalah pemanfaatan biji buah mangga menjadi tepung bernilai jual tinggi. Sukat, salah satu peserta, menjelaskan bahwa mangga adalah komoditas unggulan desa yang produksinya melimpah. “Biasanya biji mangga dibuang, tapi ternyata bisa diolah jadi tepung. Bu Widya sampai memuji ide ini, jadi saya makin semangat untuk mencoba,” ungkapnya dengan antusias.
Peserta lain, Kusminah, mengaku mendapatkan wawasan baru dalam mengembangkan usaha rumahannya. “Dulu saya cuma bikin makanan seadanya. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi tahu cara jualan yang lebih menarik, bahkan bisa pakai HP untuk promosi di TikTok,” ujarnya sambil tersenyum.
Menjelang penutupan, seluruh peserta menyusun rencana aksi pengembangan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, di mana warga desa saling mendukung, berinovasi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, UNJ menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi masyarakat Desa Bulak untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi lokal demi tercapainya kemandirian ekonomi,” tutup Widya Parimita.