UNJ dan Kemlu RI Tutup Program BSBI 2025 dengan Kemeriahan Seni Budaya Betawi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Pemeringkatan Internasional Kampus, UNJ Turut…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Program Pengembangan Karakter bagi Mahasiswa Mappi

UNJ Lantik Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Labschool Periode 2026–2030

Fragmen Suara Abadi, Resital Mahasiswa Pendidikan Musik FBS UNJ

UNJ Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Royal Thai Army untuk Pengembangan SDM

Dua Mahasiswi UNJ Berhasil Taklukkan Puncak Gokyo Ri Nepal

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) resmi menutup rangkaian program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2025 melalui acara Closing Ceremony bertajuk “The Betawi Art and Culture Festival”, yang digelar pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Aula Latief Hendraningrat Gedung Raden Dewi Sartika UNJ.

Acara penutupan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni hasil pembelajaran peserta, antara lain pertunjukan palang pintu, pembacaan pantun, peragaan busana pengantin Betawi, tari Sirih Kuning, pemutaran video praktik budaya Betawi (seperti lulur pengantin, roti buaya, dan batik), serta penampilan lagu tema BSBI.

Pada kesempatan ini, Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan BSBI tahun ini di UNJ.

“Kolaborasi antara UNJ dan Kementerian Luar Negeri RI memberikan dampak signifikan bagi kesuksesan program ini. Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para dosen yang telah bekerja keras sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Prof. Ifan.

Lanjut Prof. Ifan menjelaskan bahwa program BSBI merupakan program beasiswa internasional yang bertujuan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara, sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Pada tahun 2025, program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran seni dan budaya, tetapi juga mengintegrasikan materi kewirausahaan sosio-kultural untuk membekali peserta dengan keterampilan mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya, ungkap Prof. Ifan Iskandar.

Hal senada juga disampaikan oleh Andy Hadiyanto selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis yang menyampaikan bahwa program BSBI 2025 menjadi contoh konkret bagaimana diplomasi budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan jejaring kerja sama internasional yang dilakukan UNJ. Melalui kegiatan ini, UNJ tidak hanya memperkenalkan seni dan budaya Betawi kepada dunia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan bisnis kreatif lintas negara, ujar Andy Hadiyanto.

Sementara itu Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ mengatakan bahwa program BSBI yang sudah di mulai dari 23 Juni 2025 hingga 22 Agustus 2025 ini dan diikuti oleh perwakilan peserta dari 10 negara yang meliputi Afrika Selatan, Fiji, Laos, Mongolia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Tanzania, Uzbekistan, dan Indonesia, telah memperluas horizon jejaring UNJ, sekaligus menguatkan peran universitas sebagai mitra global dalam membangun ekosistem pendidikan dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama internasional yang lebih luas dan berkelanjutan. Saya atas nama pimpinan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Kementerian Luar Negeri RI kepada UNJ dalam pelaksanaan program BSBI 2025 ini. Semoga kedepan program ini terus berlanjut dan UNJ siap kembali menyambut para peserta dari berbagai bangsa dan negara untuk mengenalkan berbagai seni dan budaya Indonesia kepada dunia, ungkap Prof. Komarudin.

Sementara itu dari Kemlu RI yang hadir pada acara ini diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Kementerian Luar Negeri, Acep Somantri, menegaskan bahwa program BSBI memberikan pengalaman mendalam bagi peserta dari 10 negara dalam mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Betawi. Program ini juga menjadi wadah pengembangan keterampilan kewirausahaan sosial yang memberdayakan peserta sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing, ujarnya.

Acep Somantri menambahkan bahwa selama beberapa bulan, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti lokakarya, seminar, dan kunjungan lapangan. Mereka tidak hanya mempelajari seni dan tradisi Betawi, tetapi juga mengembangkan inovasi sosial, seperti pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan yang berpotensi membuka lapangan kerja, tambah Acep.

Lanjut Acep juga menjelaskan bahwa tahun ini, BSBI mencatat sejarah baru dengan bergabungnya Nepal sebagai negara peserta, sehingga jumlah alumni BSBI kini mencapai 1.081 orang dari 85 negara. Kehadiran Nepal memperluas keberagaman budaya sekaligus memperkuat jaringan internasional program ini.

Apresiasi tinggi diberikan kepada UNJ sebagai penyelenggara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam kesuksesan program. Kolaborasi multipihak ini menjadikan BSBI sebagai salah satu program unggulan dalam diplomasi budaya Indonesia, tutup Acep Somantri.