Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali meneguhkan kiprahnya dalam kancah akademik internasional melalui produktivitas dosen-dosennya di Scopus, salah satu basis data publikasi ilmiah bereputasi global. Pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi UNJ dalam mendorong budaya riset, kolaborasi ilmiah, serta kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang.
Berdasarkan data terbaru, berikut daftar 10 dosen UNJ dengan jumlah publikasi terbanyak yang terindeks Scopus secara keseluruhan, yaitu:
Pertama, atas nama Muhammad Nurtanto, dosen Prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (S2), Fakultas Teknik, dengan 116 artikel;
Kedua, atas nama Firmanul Catur Wibowo, dosen Prodi Pendidikan Fisika (S2), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dengan 116 artikel;
Ketiga, atas nama Prof. Erfan Handoko, dosen Prodi Fisika (S1), FMIPA, dengan 109 artikel;
Keempat, atas nama Prof. Yuli Rahmawati, dosen Prodi Pendidikan Kimia (S1), FMIPA, dengan 104 artikel;
Kelima, atas nama Prof. Iwan Sugihartono, dosen Prodi Fisika (S1), FMIPA, dengan 103 artikel;
Keenam, atas nama Prof. Arita Marini, dosen Prodi Pendidikan Profesi Guru (Profesi), Sekolah Pascasarjana, dengan 95 artikel;
Ketujuh, atas nama Prof. Esmar Budi, dosen Prodi Fisika (S1), FMIPA, dengan 89 artikel;
Kedelapan, atas nama Prof. Setia Budi, dosen Prodi Kimia (S1), FMIPA, dengan 85 artikel;
Kesembilan, atas nama Agus Wibowo, dosen Prodi Pendidikan Ekonomi (S1), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan 80 artikel; dan
Kesepuluh, atas nama Teguh Budi Prayitno, dosen Prodi Fisika (S1), FMIPA, dengan 79 artikel.
Menanggapi produktivitas para dosen UNJ dalam publikasi scopus ini, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menyampaikan apresiasinya.“Produktivitas publikasi Scopus ini menunjukkan komitmen kuat para dosen UNJ dalam menjadikan penelitian sebagai jantung pengembangan akademik. Publikasi di Scopus bukan hanya indikator produktivitas, tetapi juga rekognisi global yang berdampak pada penguatan posisi UNJ menuju World Class University,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Prof. Iwan Sugihartono selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, menekankan pentingnya ekosistem riset yang berkelanjutan. “LPPM berkomitmen memperluas dukungan, baik berupa fasilitas, kolaborasi, maupun insentif, agar semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong untuk menghasilkan publikasi bereputasi. Ini adalah langkah strategis UNJ untuk berkontribusi lebih luas pada ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa,” ujarnya. Capaian produktivitas 10 dosen di Scopus ini sekaligus menjadi motivasi bagi sivitas akademika UNJ untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas riset. Publikasi ilmiah yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada reputasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi di tingkat nasional maupun global.