UNJ Lepas 113 Relawan “UNJ Mengabdi 2025” di Kepulauan Seribu sebagai Wujud Nyata Kampus Berdampak

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Daftar 20 Dosen UNJ dengan H-Indeks…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FIKK UNJ Gelar Sosialisasi IKU Berdampak untuk Perkuat Tata Kelola dan Mutu Tridharma

UNJ Siapkan Instrumen Seleksi 500 Calon Guru SMA Unggul Garuda Baru untuk Empat Wilayah Strategis Nasional

Bahas Potensi Kerja Sama Strategis, UNJ Sambut Kunjungan Kerja BPS RI

UNJ Jajaki Kerja Sama dengan Kedubes Mozambik dalam Bidang Akademik

Perkuat Sinergi Alumni dan Almamater, IKA FBS Hadiri MUBES ke-10 IKA UNJ 2026

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) secara resmi melepas 113 relawan mahasiswa dalam program “UNJ Mengabdi 2025”. Acara pelepasan dilaksanakan pada Kamis, 4 September 2025 di Plaza UNJ. Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, serta didampingi oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Yasep Setiakarnawijaya.

Sebanyak 83 mahasiswi dan 30 mahasiswa akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama enam hari, mulai Senin, 8 September 2025, di Pulau Kelapa Dua, salah satu gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Tahun ini, program “UNJ Mengabdi” mengusung tema “Bangkit Bersama, Tumbuh Berkelanjutan.” Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari UNJ sebagai kampus berdampak.

Ketua Pelaksana “UNJ Mengabdi”, Agung Setiawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Pulau Kelapa Dua melalui empat bidang utama, yaitu: pendidikan; kesehatan dan kebencanaan; lingkungan; serta ekonomi kreatif dan kepemudaan. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta sejumlah instansi dan organisasi lainnya.

Di bidang pendidikan, kegiatan difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengajaran interaktif di sekolah, pelatihan guru, dan lokakarya pendidikan bagi masyarakat. Sementara itu, di bidang kesehatan dan kebencanaan, relawan akan mengadakan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan pertolongan pertama, serta simulasi tanggap bencana bersama BPBD.

Untuk bidang lingkungan, para relawan akan melakukan penanaman mangrove guna mencegah abrasi, pelatihan daur ulang sampah, serta kegiatan penghijauan dan pembersihan lingkungan. Adapun pada aspek ekonomi kreatif dan kepemudaan, mahasiswa akan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan, usaha kecil, serta kelompok pemuda kreatif guna memperkuat merek produk lokal dan memperluas akses pasar.

Dalam sambutannya, Prof. Ifan Iskandar menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sejajar dengan pendidikan dan penelitian.

“UNJ Mengabdi adalah wadah penting untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sekaligus menyalurkan idealisme mahasiswa agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari wujud nyata UNJ sebagai kampus berdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengasah kepekaan sosial, empati, serta kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat.

“Idealisme mahasiswa ibarat api yang menyala. Namun, api itu harus diarahkan agar memberi manfaat, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Prof. Ifan juga berpesan agar para relawan senantiasa menjaga kesehatan, menjunjung sopan santun, serta menghormati kearifan lokal selama bertugas.

“Mahasiswa adalah representasi UNJ. Sikap yang baik akan mencerminkan citra positif universitas di mata masyarakat. Kami juga ingin mahasiswa tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga memiliki empati, daya juang, dan keberanian untuk terjun langsung dalam dinamika masyarakat. Dari Pulau Kelapa Dua, semoga lahir pengalaman hidup yang akan menempa kalian para mahasiswa menjadi insan pembelajar sepanjang hayat dan agen perubahan yang berdampak,” pungkasnya.

Sementara itu Yasep Setya Karnawijaya menambahkan bahwa program “UNJ Mengabdi” bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kepedulian, solidaritas, serta keberpihakan pada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa akan belajar arti kerja sama lintas disiplin, mengasah kepemimpinan, dan memperkuat daya tahan dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya

Juru Foto: Asenk