Yasnita: Akademisi UNJ yang Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tutup PKKMB 2025, Lebih dari…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pembekalan Keprotokolan Duta UNJ untuk Meningkatkan Profesionalisme Representasi Universitas

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Jakarta, Humas UNJ – Ilmu harus hidup, berakar, dan memberi makna pada masyarakat. Keyakinan itulah yang dipegang Yasnita—seorang perempuan enerjik yang senantiasa bersemangat untuk menggerakkan masyarakat, menguatkan komunitas, dan meningkatkan kapasitas perempuan. Baginya, keterlibatan aktif di masyarakat adalah wujud paling nyata dari implementasi ilmu pengetahuan.

Sejak remaja, jejak kepeduliannya pada masyarakat mulai nampak pada masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai penggerak Karang Taruna , ketika SMA menjadi instruktur senam jantung sehat untuk masyarakat, dan terus berlanjut hingga menjadi mahasiswa. Kepedulian pada orang lain tercermin dari karier di organisasi kemahasiswaan, mulai dari Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan, Sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas, Bidang Advokasi Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi, hingga mencapai puncaknya ketika terpilih menjadi Koordinator Presidium Orwama—yang membidani lahirnya BEM IKIP Jakarta. Kisahnya pun perlahan mulai membuka sebuah bab cerita yang dirinya utarakan di Cafe Energia miliknya di Kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada 29 Agustus 2025.

Tidak hanya aktif berorganisasi, selama kuliah, ia juga meraih sejumlah prestasi, mulai dari Mahasiswa Terbaik Fakultas Ilmu Sosial, Juara 1 Lomba Diskusi Tingkat DKI Jakarta, hingga Juara 2 Tingkat Nasional.

Perjalanan itu berlanjut ketika Yasnita menekuni profesi sebagai dosen Program Studi PPKn di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Meski berkiprah di dunia akademik, ia tak pernah berhenti memberi makna di lingkungannya. Dari hal sederhana—menjadi seksi acara warga, koordinator bidang sosial, kader posyandu, hingga menginisiasi program Duta Peduli saat pandemic, yaitu memberi makan masyarakat yang tidak mampu selama 3 bulan dengan menghimpun dana dari donatur—Yasnita konsisten hadir.

Dedikasinya semakin meluas ketika ia dipercaya menjadi Ketua Tim Penggerak PKK RW di Duta Kranji, Bekasi. Dari posisi ini lahir berbagai program inovatif: Pelatihan Literasi Keuangan bagi ibu rumah tangga, pendampingan ibu balita, lomba kebersihan lingkungan, hingga menginisiasi program makan bersama lintas etnis dan agama dalam setiap momentum Iedul Adha yang telah berjalan secara konsisten selama 7 tahun. “Program ini membuat solidaritas antar warga semakin kokoh,” ungkapnya.

Yasnita juga sangat peduli pada lingkungan, sejak tahun 2015 ia memperjuangkan penertiban parkir kendaraan di lingkungannya, hingga akhirnya dipercaya menjadi koordinator perparkiran. Pada aspek lingkungan fisik, Yasnita sangat peduli pada keindahan, kebersihan dan penghijauan. Kepedulian ini membuat rumah tempat tinggalnya terpilih sebagai salah satu rumah sehat yang asri dengan tanaman toga, dan dikunjungi langsung oleh Ibu Walikota Bekasi di tahun 2019.

Dan, kini, disamping menjadi penggerak dan penguat komunitas, Yasnita bersama suami melakukan hal baru, yaitu berkontribusi dalam menguatkan simpul-simpul ekonomi, meski dalam skala kecil terutama yang terepresentasi melalui kedai Energia Café, sebagai wujud mimpi mereka.

Melalui café ini, saya dan suami tidak hanya memberi lapangan kerja, tetapi juga memberdayakan UMKM sekitar. Energia Café juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memberikan edukasi pada perempuan melalui program Woman Talks. Program ini menjadi karya lain yang membekas. Sebuah ruang pulih, berbagi cerita, dan tawa, yang menjadi oase emosional bagi perempuan. Bagi Yasnita, ketika seorang perempuan dikuatkan, maka satu generasi ikut dikuatkan.

Atas semua kiprah itu, pada 25 Agustus 2025, Yasnita menerima penghargaan sebagai salah satu Perempuan Inspiratif Kota Bekasi. Yasnita mengatakan bahwa piala bukanlah tujuannya, karena ia yakin panggungnya adalah kehidupan. Penghargaan itu adalah buah dari kebersamaan dengan warga dan dukungan keluarga.

“Masyarakat adalah laboratorium nyata. Di tengah masyarakat, teori bertemu realitas, konsep diuji kenyataan, dan gagasan menemukan relevansinya. Kehadiran kita di dunia bukan sekadar untuk ada, melainkan untuk memberi makna,” ujarnya. Ia bersyukur, semangat itu senantiasa didukung sang suami yang memiliki visi serupa: menumbuhkan kesadaran sosial di manapun berada.

Selain aktif di masyarakat, Yasnita juga sangat peduli pada daerah asalnya, Labuhan Haji Aceh Selatan. Kini, ia menjadi Ketua Umum Perkumpulan Al-Falah Group, sebuah organisasi sosial kemasyarakatan orang Labuhan Haji yang berdomisili di Jabodetabek. Dan , sepanjang sejarah, baru kali ini Al-Falah Group dipimpin oleh perempuan.

Langkah-langkah kecilnya telah berhasil membentuk masyarakat yang lebih solid, toleran, dan berdaya. Ia menegaskan, bukan dirinya yang hebat, melainkan kebersamaanlah yang menghadirkan kekuatan. “Perempuan adalah energi kehidupan. Mereka hanya butuh fasilitator. Jika ada yang memulai, mereka akan bergerak,” tegasnya.

Jejak langkah Yasnita menjadi inspirasi tentang empati, kepedulian, dan keberanian memberi makna. Ia percaya, perempuan bukan sekadar pelengkap peradaban, melainkan penulisnya. Dengan ilmu, empati, dan aksi nyata, kita tidak hanya mengubah nasib diri, tetapi juga membuka jalan bagi generasi berikutnya.

“Perempuan yang berdaya adalah cahaya yang tak pernah padam bagi dunia,” ujarnya dengan rendah hati.