Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) selenggarakan seminar internasional “International Seminar on Engineering, Green Technology and Innovation (INSEGT)” yang terselenggara di Aula Tower 1 A Gedung SFD, Kampus UNJ pada 25 September 2025. Seminar internasional ini fokus membahas teknologi dan implementasi teknologi dari berbagai pakar dan negara.
Dalam sambutannya, Himawan Hadi Sutrisno selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FT UNJ mengatakan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional tersebut. Menurutnya seminar ini adalah bagian dari mempromosikan pengetahuan, inovasi teknologi, dan kehidupan sosial.
“Dalam seminar ini, kami mengutamakan kepentingan kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat.” Katanya.
Dirinya menambahkan bahwa peran serta inovasi harus benar-benar berkontribusi pada keuntungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Selama seminar ini, kami berharap untuk mempunyai diskusi konstruktif, arti perubahan ide yang penuh, dan peluang baru untuk persatuan riset di level internasional,” katanya.

Sementara itu menurut Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan Fakultas Teknik dalam sambutannya menyebutkan terselenggaranya seminar ini berkat semangat berbagi pengetahuan, inovasi ilmiah, dan sinergi global melalui forum akademik, dan konferensi internasional tentang inovasi, keberlanjutan, dan rekayasa untuk transformasi global (INSEGT 2025) dan seminar tentang inovasi, riset, dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan (SINERGI 2025).
“Atas nama Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, saya dengan hangat menyambut Anda di konferensi ini, yang mempertemukan para akademisi, peneliti, profesional, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan dunia untuk bertukar wawasan, mengembangkan jejaring, dan membayangkan masa depan yang lebih baik melalui tindakan yang berkelanjutan dan transformatif,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa jurnal terpilih dari seminar internasional ini juga akan dipublikasikan kepada jurnal terindeks scopus. Selain itu dirinya mengatakan bahwa penulis juga akan mendapatkan pendampingan setelah konferensi untuk penyempurnaan artikel.
“Sementara itu, makalah seminar nasional akan dipublikasikan di jurnal terindeks SINTA di bawah naungan Fakultas Teknik UNJ atau prosiding ber-ISSN, yang akan semakin memperkaya kontribusi akademis Indonesia.” Katanya.
Dirinya berharap melalui forum ini dapat memicu pemikiran inovatif, membangun jaringan akademik yang bermakna, serta memperkuat misi bersama dalam menciptakan masa depan global yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan transformatif.
Selain itu Rektor UNJ, Prof. Komarudin dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan hajat besar Fakultas Teknik serta rangkaian kegiatan dies natalis UNJ ke-61. Pada kesempatan itu Prof. Komarudin mengatakan seminar ini menjadi hal penting dan kebutuhan mendesak untuk dibahas bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat secara keeluruhan.
“Semoga semua informasi hasil penelitian pada konferensi internasional dan nasional ini dapat memperkaya wawasan kita masing-masing serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global serta mendukung terwujudnya SDG,” katanya.
Seminar internasional ini turut menghadirkan Prof. Keigo Watanabe dari Okayama University, Prof. Abdallah Makhoul dari FEMTO-ST Intitute, University of Franche-Comte, Prof. Sitti Asmah Hassan dari University Teknologi Malaysia, Prof. Iwan Sugihartono dari Universitas Negeri Jakarta, dan Prof. Sonia Kherbachi dari University of Bejaia.
Pada kesempatan ini, Prof. Abdullah Makhoul mengulas materi bertema “Intelligent Energy Management Smart Building Using fog Computing and Federated Learning”. Ia menyampaikan bahwa peran Ai dan IoT dalam perkembangan teknologi telah memberi dampak positif terhadap penghematan energi sebuah bangunan. Menurutnya tidak hanya itu tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan.
“Pengoptimalan dan pemanfaatan teknologi dapat memberi distribusi energi yang positif dan berkelanjutan serta tidak sekedar dapat mengoptimalkan energi tetapi juga mengoptimalkan pengembangan lingkungan,” katanya.

Sementara itu Prof. Keigo Watanabe dari Okayama University mengulas materi bertema “Control and safe navigation of mobile robots based on barrier lyapunov functions: A unified stabilization approach for static and dynamic obstacle avoidance” yang mengatakan navigasi yang aman di lingkungan yang dihuni bersama manusia merupakan salah satu tantangan utama bagi robot layanan dan kendaraan otonom.
“Meskipun pendekatan tradisional seperti metode medan potensial dan algoritma metaheuristik telah banyak digunakan, pendekatan-pendekatan ini sering kali tidak dapat menjamin stabilitas dan keandalan sistem secara menyeluruh.” Katanya.
Menurutnya pendekatan kontrol berbasis Control Lyapunov Function (CLF), Control Barrier Function (CBF), serta pemrograman kuadratik telah digunakan untuk memberikan jaminan kuat terhadap stabilitas dan keamanan sistem. Namun, pendekatan ini membutuhkan proses optimisasi secara daring (online), yang dapat menjadi beban komputasi. Sebagai alternatif, dirinya menyoroti pendekatan kontrol berbasis Vector Lyapunov Function (VLF). Dengan pendekatan VLF, stabilitas dan keamanan sistem dapat dijamin secara analitik tanpa memerlukan optimisasi pada setiap langkah, sehingga menjadikannya pilihan menarik untuk aplikasi robotik waktu nyata (real-time).
Selain itu dalam paparannya Prof. Sitti Asmah Hassan yang mengulas materi bertema “Transforming Mobility is key to Sustaineble and Inclusive Development”. Ia memfokuskan pembahasannya pada isu mobilitas.
Menurutnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan, mobilitas memainkan peran penting dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Sementara itu, pendekatan inklusif memastikan semua pengguna jalan—termasuk kelompok rentan—memiliki akses dan kesempatan yang setara. Menurutnya, mobilitas bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
“Mobilitas adalah tentang bagaimana masyarakat berkembang dan berinteraksi dengan sistem secara berkelanjutan dan inklusif,” katanya.
Menurut Prof. Sitti Asmah bahwa Jakarta dan beberapa kota besar di Malaysia, seperti Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Penang, menghadapi tantangan serupa, yakni urbanisasi cepat dan peningkatan penggunaan kendaraan pribadi.
“Negara kita cenderung memiliki kebijakan yang mendukung kepemilikan mobil pribadi, sehingga terjadi ketergantungan tinggi pada moda transportasi ini. Akibatnya, kemacetan menjadi masalah besar, memperpanjang waktu perjalanan, menambah konsumsi energi, serta memperburuk kesehatan masyarakat karena emisi yang tinggi,” katanya.
Dirinya juga memberikan gambaran ideal dan solusi adaptif untuk memperbaiki mobilitas dengan berbagai opsi seperti penggunaan kendaraan listrik, berkat kemajuan teknologi baterai dan infrastruktur pendukung. Juga pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Ketiga, adalah penyediaan opsi mobilitas aktif, seperti berjalan kaki dan bersepeda.
Prof. Sitti menambahkan bahwa pendekatan inovatif juga diperlukan dan bersifat multi disiliner, serta investasi data untuk membuat sistem pemodelan untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien dan adaptif.
Sementara itu Prof. Iwan Sugihartono pada kesempatan ini mengulas tema “Hamessing Semiconductor Inovation for Clean Water: ZnO Photocatalysts in Supprot of the SDG’s”. Ia mengemukakan pentingnnya sistem Photocatalyst dalam mendukung perkembangan pembangunan berkelanjutan.
Fokus pembahasnanya adalah pengolahan air yang saat ini banyak terkontaminasi limbah. Menurutnya secara pengetahuan dan tekonologi telah memberi dampak poisitif bagaimana air dapat dilakukan filtrasi menjadi air yang bersih dan layak dikonsumsi yang dirinya gambarkan melalui skema photocatalysts.
Narasumber terakhir Prof. Sonia Kherbachi dari University of Bejaia mengulas materi bertema “The impact of AI in the Algerian agri-food sector”. Menurutnya penting pemanfaatan AI dalam sistem Agri pangan. Dirinya menambahkan hal ini tidak saja penting dalam proses produksi tetapi juga manajemen distribusi.