FPsi UNJ Gelar Kuliah Umum Bersama Kabag Psikologi Polda Metro Jaya Bahas Peran Psikologi dalam Penegakan Hukum Humanis

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata bagi masyarakat dengan menggelar kuliah umum pakar pada Selasa, 7 Oktober 2025. Bertempat di Aula Maftuhah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ, kuliah umum ini menghadirkan AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya selaku Kepala Bagian Psikologi (Kabag Psikologi) Biro SDM Polda Metro Jaya, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, AKBP Ida Bagus menekankan bahwa psikologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, psikologi tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan jantung dari manajemen sumber daya manusia sekaligus mendukung operasi investigasi kepolisian yang profesional dan humanis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah peran strategis psikolog di lingkungan Polri, antara lain:

Asesmen Promosi Jabatan, guna memastikan perwira yang menduduki posisi strategis memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang memadai.

Penanganan Kasus Kriminal, melalui criminal profiling, asistensi interogasi berbasis ilmiah, serta pendampingan psikologis bagi korban dan saksi, khususnya dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kesejahteraan Anggota (Well-being), dengan menangani stres kerja, trauma, dan menyediakan layanan konseling untuk menjaga kesiapan psikologis anggota Polri dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Gumgum Gumelar selaku Dekan FPsi UNJ dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan bangsa.

“Kuliah pakar ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu psikologi tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga mampu berperan langsung dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara humanis,” ujarnya.

Kuliah umum yang dimoderatori oleh Liza Yudhita selaku dosen FPsi UNJ, juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa mengenai peluang karir di bidang penegakan hukum. Seiring meningkatnya dinamika keamanan masyarakat, kebutuhan psikolog di sektor kepolisian dan penegakan hukum diprediksi akan semakin besar, memberikan ruang kontribusi luas bagi lulusan psikologi UNJ.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara FPsi UNJ dan institusi kepolisian, sehingga ilmu pengetahuan yang diajarkan di kampus tidak hanya berhenti di ruang kuliah, melainkan hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat dan bangsa.