Dorince Kossay, Dari Papua Raih Beasiswa Afirmasi hingga Jadi Sarjana PPKn FISH UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ — Di tengah semarak prosesi Wisuda Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Tahun Akademik 2024/2025 Semester Genap, sosok Dorince Kossay menarik perhatian. Mahasiswa asal Wamena, Papua Pegunungan, ini menjadi simbol ketekunan dan semangat juang dalam menempuh pendidikan tinggi.

Kelulusan Dorince merupakan momen yang sangat dinantikan sejak ia memulai studi di UNJ pada tahun 2018. Pada wisuda UNJ gelombang pertama di sesi ketiga yang bertempat di Gedung Olahraga UNJ, Rabu, 8 Oktober 2025, Dorince mengaku merasa haru, bangga, sekaligus sedih atas pencapaian yang diraihnya.

Dorince merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Ia diterima di UNJ melalui program beasiswa afirmasi dari pemerintah, yang ditujukan bagi putra-putri daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Selama menjalani masa kuliah, Dorince menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesulitan akademik, tekanan finansial, hingga rasa minder dalam pergaulan sosial. Namun, satu hal yang tidak pernah ia lakukan adalah menyerah.

“Kalau diceritakan satu per satu, perjuangannya banyak sekali. Tapi saya lebih memilih untuk bersyukur daripada mengeluh,” ujar Dorince saat diwawancarai.

Sejak tahun 2018, Dorince tinggal berpindah-pindah antara kos di luar kampus dan asrama di kawasan Rawamangun. Ia hanya sekali pulang ke Papua, yaitu pada tahun 2019, dan setelah itu tetap bertahan di Jakarta demi menyelesaikan studinya.

Dorince tidak hanya bercita-cita menjadi guru, tetapi juga memiliki impian besar untuk menjadi kepala sekolah di Papua. Baginya, pendidikan adalah kunci untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul di tanah kelahirannya.

“Motivasi saya jadi kepala sekolah itu supaya Papua bisa lebih maju. Saya ingin membentuk generasi yang percaya diri, cerdas, dan mampu bersaing,” ungkapnya.

Jika ada kesempatan dan rezeki, Dorince juga berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang magister, dengan jurusan Hukum sebagai pilihan lanjutan dari keilmuannya di bidang PPKn.

Dalam momen wisuda tersebut, Dorince menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia, khususnya dari Papua, agar terus berjuang dan tidak mudah menyerah.

“Saya punya banyak masalah, tapi saya tidak pernah menyerah. Apa pun rintanganmu, bersyukurlah dan terus berjuang,” tuturnya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, Dorince berharap dapat bekerja di Jakarta terlebih dahulu. Namun, jika belum ada kesempatan, ia siap kembali ke Papua dan mengabdi di tanah kelahirannya.

Kisah Dorince Kossay adalah cerminan semangat juang pemuda Papua yang patut diapresiasi. Perjuangannya bukan sekadar tentang kelulusan, tetapi tentang keteguhan hati, mimpi besar, dan semangat untuk memberi arti.