BP3 UNJ Selenggarakan Bimtek Akomodasi Pembelajaran bagi Mahasiswa Disabilitas dan Layanan Nonakademik bagi Tendik

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ — Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akomodasi Pembelajaran bagi Mahasiswa Disabilitas untuk dosen, serta Bimtek Layanan Nonakademik bagi tenaga kependidikan (tendik) pada 21–22 Oktober 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kampus inklusif yang ramah disabilitas. Saat ini, terdapat sekitar 120 mahasiswa disabilitas yang tersebar di hampir seluruh fakultas di UNJ. Oleh karena itu, para dosen perlu mempersiapkan diri dalam memberikan akomodasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di sisi lain, Koordinator Pusat Pengembangan dan Layanan bagi Disabilitas (PPVSBLD), Lalan Erlani, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 dosen dari program studi yang memiliki mahasiswa disabilitas, termasuk dosen pengampu mata kuliah universitas. Sementara itu, Bimtek untuk tenaga kependidikan diikuti oleh 35 peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja di UNJ. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi dalam pemberian layanan serta interaksi dengan mahasiswa disabilitas.

Berdasarkan data BP3, jenis disabilitas yang dominan di UNJ meliputi disabilitas pendengaran/wicara (tunarungu), penglihatan (tunanetra), hambatan gerak (tunadaksa dan cerebral palsy), serta autisme.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari internal UNJ dan praktisi pendidikan khusus dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi kebutuhan belajar, modifikasi pembelajaran, penilaian, serta praktik baik yang telah dilakukan oleh dosen-dosen UNJ dalam memberikan layanan kepada mahasiswa disabilitas.

Menutup kegiatan, Lalan Erlani mengajak seluruh peserta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai upaya pemetaan kebutuhan dan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi mahasiswa. Ia juga mendorong pemanfaatan Unit Layanan Disabilitas UNJ sebagai pusat pengembangan dan solusi bersama dalam peningkatan kualitas layanan bagi mahasiswa disabilitas.