
Jakarta, Humas UNJ — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Youth Co:Lab 2025 Focus Group Discussion (FGD) on Entrepreneurship Ecosystem” di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jakarta Selatan, pada 23 Oktober 2025. Forum ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam ekosistem kewirausahaan sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan strategis yang dapat mempercepat tumbuhnya wirausaha muda di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah dan sektor strategis, antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenKopUKM), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, lembaga keuangan, inkubator bisnis, organisasi sosial, serta sejumlah perguruan tinggi.
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi dalam forum ini melalui kehadiran lima mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ, yaitu Marcelino Septian Pratama, M. Rifqi Ramadhan, M. Dzaky Arief, M. Afkar Hanief Singajuru, dan Fallih Akbar, dan turut didampingi Yasep Setiakarnawijaya selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ.

Pada kegiatan ini, mahasiswa FEB UNJ yang diwakili oleh Fallih Akbar tampil sebagai presenter hasil FGD, memaparkan analisis dan rekomendasi terkait penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Dalam presentasinya, Fallih menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk menciptakan ruang inovasi yang inklusif bagi wirausaha muda. Kehadiran mahasiswa UNJ sebagai bagian dari forum nasional ini mencerminkan semangat “Kampus Berdampak” dan komitmen UNJ dalam melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global, sejalan dengan visi UNJ menuju World Class University yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Yasep Setiakarnawijaya menyampaikan bahwa kegiatan seperti Youth Co:Lab menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berjejaring lintas sektor, dan memahami ekosistem kewirausahaan nasional dari perspektif kebijakan.
“Kewirausahaan saat ini bukan hanya tentang menciptakan produk atau layanan, tetapi juga tentang menciptakan solusi sosial yang berdampak. Melalui forum seperti ini, mahasiswa UNJ diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem inovasi dan kolaborasi yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Youth Co:Lab merupakan inisiatif bersama UNDP dan Citi Foundation yang digagas untuk memperkuat posisi pemuda sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mendorong terciptanya iklim kewirausahaan inklusif, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.