Antara Mengajar dan Mengasuh, Melda Amelia Rohana Raih Lulusan Terbaik FISH UNJ Pada Jenjang Magister

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Perkuat Kolaborasi Global dengan Filipina…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, Humas UNJ — Ketekunan dan semangat belajar membawa Melda Amelia Rohana meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Magister Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) pada Wisuda Gelombang Kedua di Sesi Kedua dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00.

Melda merupakan guru sejarah di SMAN 9 Malang sekaligus ibu dari satu anak. Di tengah peran ganda sebagai pendidik dan orang tua, ia berhasil menyelesaikan studi magisternya dengan penuh dedikasi dan prestasi yang membanggakan.

“Saya memulai studi di UNJ pada tahun 2023. Banyak tantangan yang saya hadapi karena berdomisili di Malang. Namun, selama kuliah di UNJ, saya mendapatkan ilmu, pengalaman, dan relasi yang luar biasa, yang mungkin tidak saya temukan di tempat lain,” ujar Melda.

Motivasi Melda untuk melanjutkan studi berasal dari pengalamannya mengajar di sekolah inklusi. Setiap hari, ia berinteraksi dengan siswa yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda. “Saya ingin mengembangkan media dan bahan ajar sejarah yang menarik dan dapat diakses oleh semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Karena itu, saya merasa perlu memperdalam keilmuan di bidang ini,” tuturnya.

UNJ menjadi pilihannya karena memiliki akreditasi unggul dan kedekatan dengan berbagai sumber sejarah seperti Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Museum Nasional, dan Perpustakaan Nasional. “Di Jakarta, satu-satunya universitas yang memiliki Program Magister Pendidikan Sejarah adalah UNJ. Hal itu membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan studi di sini,” tambahnya.

Selama menjalani perkuliahan, Melda menghadapi jadwal akademik yang padat sekaligus tanggung jawab sebagai ibu. “Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara kuliah dan mengasuh anak. Saya belajar mencari waktu yang tepat untuk belajar dan mengerjakan tugas. Kuncinya adalah disiplin dan konsistensi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari tugas akademik, Melda aktif menulis dan telah menerbitkan beberapa artikel ilmiah di jurnal terindeks Sinta 2 dan Sinta 3. Tesisnya berjudul Pengembangan HIMO (Historical Integrated Module) Masa Penerapan Cultuurstelsel di Malang Raya untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah Lokal dan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI di SMAN 9 Malang. Penelitian tersebut menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran sejarah lokal yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

“Yang paling berkesan adalah saat menulis bagian sejarah masa Cultuurstelsel. Saya harus meneliti arsip berbahasa Belanda, dan itu membuat saya tertarik untuk mempelajari bahasa Belanda lebih lanjut,” ungkapnya.

Melda mengaku tidak pernah menyangka akan menjadi wisudawan terbaik. “Saya benar-benar bersyukur. Ini adalah hadiah dari Tuhan setelah semua perjuangan dan kerja keras untuk bisa kuliah magister di Jakarta,” ucapnya dengan haru.

Baginya, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari semangat baru untuk terus belajar dan berkarya. “Saya ingin terus menjadi guru pembelajar yang membuat sejarah semakin menarik dan bermakna bagi peserta didik,” katanya.

Setelah lulus, Melda berencana kembali mengabdi di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sembari menyiapkan langkah untuk melanjutkan studi doktoral di masa mendatang. Ia menutup dengan pesan inspiratif, “Selalu semangat dan nikmati setiap proses. Hasil tidak akan mengkhianati perjuangan. Bersyukur adalah kunci menjalani semua ini dengan bahagia.”