Jakarta, Humas UNJ — Ketekunan, kepedulian, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan menjadi tiga pilar keberhasilan Mutiah Rana Athifah, wisudawan terbaik Program Magister Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dari peminatan Psikologi Industri dan Organisasi.
Di balik prestasi akademik yang gemilang, tersimpan kisah inspiratif tentang semangat meneliti, konsistensi belajar, dan kepedulian terhadap makhluk hidup, termasuk melalui tindakan sederhana seperti merawat kucing jalanan.
Dalam acara Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua, yang digelar pada Selasa, 28 Oktober 2025 di Gedung Olahraga UNJ, Jakarta Timur, Mutiah membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan magister.
“Saya beruntung dikelilingi oleh dosen-dosen yang kritis dan inspiratif. Mereka mendorong saya untuk berpikir tajam secara ilmiah. Teman-teman di program studi juga sangat suportif, membuat suasana belajar menjadi hangat dan kolaboratif,” ungkapnya.
Mutiah menegaskan bahwa motivasi utamanya bukan sekadar mengejar nilai, melainkan tekad untuk memberikan kontribusi nyata melalui penelitian. “Saya ingin menjadi peneliti yang hasil penelitiannya dapat membantu organisasi menjadi lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Jika organisasi berkembang baik, dampaknya akan terasa pada kesejahteraan sosial dan ekonomi bangsa,” jelasnya.
Kecintaannya terhadap bidang Psikologi Industri dan Organisasi tumbuh dari rasa ingin tahu terhadap perilaku manusia di tempat kerja. “Bidang ini menarik karena menggabungkan aspek perilaku individu dan dinamika organisasi. Keduanya sama-sama penting untuk keberhasilan sebuah institusi,” katanya.
Selama dua tahun masa studi, Mutiah aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Ia telah menulis dua artikel ilmiah, satu book chapter yang sedang dalam proses review di jurnal Scopus, satu paper yang sedang diterbitkan, serta empat penelitian lain yang tengah berjalan. “Semua itu menjadi latihan berharga untuk memperkuat kemampuan riset saya,” ujarnya.
Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah keberhasilannya memperoleh hibah penelitian magister dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk proposal tesisnya. “Bagi saya, ini sangat berharga karena menunjukkan bahwa gagasan saya diakui memiliki nilai akademik yang signifikan,” tuturnya.
Dalam tesisnya, Mutiah meneliti interaksi antara ketidakamanan kerja, kesejahteraan subjektif, dan kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif karyawan start-up di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dan gaya kepemimpinan transformasional berperan penting dalam mendorong inovasi di lingkungan kerja start-up.
“Ketidakamanan kerja memang menjadi tantangan besar di dunia start-up. Namun, pemimpin yang suportif dan kesejahteraan karyawan yang baik dapat menjadi kunci untuk mempertahankan semangat inovasi,” jelasnya.
Di luar dunia akademik, Mutiah juga dikenal karena kepeduliannya terhadap kucing jalanan. “Selama tiga tahun terakhir, saya sudah menyelamatkan lebih dari 100 kucing dan memberi makan kucing jalanan setiap malam. Merawat mereka memberi saya rasa tenang dan makna hidup. Itu juga jadi motivasi saya untuk terus berjuang dan berkontribusi lebih besar bagi sesama makhluk hidup,” ungkapnya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada dua dosen pembimbingnya, Gumgum Gumelar, dan Prof. Yufiarti, yang telah membimbing dan mengarahkan fokus penelitiannya agar sejalan dengan rencana studi doktoralnya. Dukungan keluarga juga menjadi pilar penting dalam keberhasilannya. “Keluarga saya selalu memberikan doa, semangat, dan kekuatan, terutama di masa-masa sulit penelitian,” ujarnya.
Mutiah menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci menjaga prestasi. Ia terbiasa menuliskan target harian, membaca jurnal, serta memperbarui kemampuan riset melalui pelatihan metodologi. “Saya selalu membuat daftar pekerjaan setiap pagi agar bisa memantau progres dan tetap fokus,” katanya.
Kepada mahasiswa Psikologi UNJ, Mutiah berpesan agar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menemukan makna dalam setiap proses belajar. “Tetapkan tujuan jangka pendek dan panjang. Ketika tahu alasan di balik apa yang kita kerjakan, semangat itu akan tumbuh dengan sendirinya. Dan yang terpenting, tetaplah konsisten, karena prestasi besar lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan tekun setiap hari,” pesannya.
Setelah lulus, Mutiah berencana melanjutkan studi ke jenjang doktoral dan mengabdikan diri sebagai peneliti serta pendidik di bidang Psikologi Industri dan Organisasi.
Dengan kombinasi antara kecintaan terhadap ilmu, empati terhadap sesama makhluk, dan komitmen terhadap riset ilmiah, Mutiah Rana Athifah membuktikan bahwa keberhasilan akademik sejati lahir dari keseimbangan antara intelektualitas dan kemanusiaan.