Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Jejaring Internasional, UNJ Hadiri Peringatan 102 Tahun Proklamasi Republik Turkiye

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) dan Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ mewakili universitas hadiri “Peringatan 102 Tahun Proklamasi Republik Turkiye” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Turkiye di Indonesia pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Setiap tanggal 29 Oktober, masyarakat Turkiye memperingati Hari Republik yang menjadi momentum bersejarah yang menandai berdirinya Republik Turkiye pada tahun 1923, ketika Mustafa Kemal Atatürk yang kemudian menjadi Presiden pertama yang dipilih oleh Majelis Nasional Agung, secara resmi memproklamasikan lahirnya negara republik yang modern dan berdaulat. Sejak tahun 2022 juga, sebutan resmi negara tersebut berubah dari Turkey (Turki) menjadi Turkiye, sesuai keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjadi bentuk penegasan identitas nasional dan kebanggaan budaya bangsa Turkiye di ranah internasional.

Acara diplomatik yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk pejabat diplomatik, perwakilan kementerian, akademisi, lembaga sosial, serta mitra strategis Turkiye di Indonesia. Tahun ini, perayaan menjadi semakin istimewa karena juga menandai 75 tahun persahabatan antara Republik Turkiye dan Republik Indonesia, yang mencerminkan hubungan bilateral yang kokoh dan kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin erat selama lebih dari tujuh dekade.

Dalam sambutannya, H.E. Prof. Talip Kucukcan selaku Duta Besar Turkiye untuk Indonesia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para tamu undangan, sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama lintas bidang antara Turkiye dan Indonesia sebagai wujud persahabatan yang berkelanjutan.

Acara ini juga dihadiri oleh Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, yang menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkokoh kerja sama internasional di bidang pembangunan dan diplomasi antarnegara.

Pada kesempatan ini, Firdaus Wajdi selaku Dekan FISH UNJ dan Siti Zulaikha selaku Wakil Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FIP UNJ yang hadir sebagai perwakilan resmi UNJ menjalin komunikasi aktif dengan berbagai tokoh penting, termasuk Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, H.E. Prof. Talip Kucukcan, Atase Agama, dan Atase Dalam Negeri Kedutaan Besar Republik Turkiye, serta sejumlah perwakilan pemerintah, media, dan komunitas akademik.

Dalam keterangannya, Firdaus Wajdi menegaskan bahwa partisipasi UNJ dalam forum diplomatik ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional perguruan tinggi, khususnya bagi UNJ.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni diplomatik, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat jejaring akademik dan kelembagaan UNJ di kancah global. Melalui momentum ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi baru yang mendukung internasionalisasi tridharma perguruan tinggi bagi dosen dan mahasiswa UNJ,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Turkiye memiliki potensi besar untuk dikembangkan di bidang pendidikan, riset, dan kebudayaan. UNJ, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang berkomitmen pada visi World Class University, melihat kerja sama dengan universitas-universitas di Turkiye sebagai langkah strategis untuk mendorong pertukaran akademik lintas bangsa. Melalui kolaborasi tersebut, UNJ ingin memperluas akses program mobilitas internasional, riset bersama, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam isu-isu global seperti pendidikan inklusif, keberlanjutan lingkungan, dan diplomasi kebudayaan.

Firdaus menambahkan bahwa semangat diplomasi pendidikan yang dibangun melalui hubungan dengan Turkiye sejalan dengan orientasi UNJ dalam memperkuat “Profil, Reputasi, dan Dedikasi UNJ” di tingkat dunia.

“Kami ingin menjadikan UNJ tidak hanya dikenal sebagai kampus unggul di tingkat nasional, tetapi juga sebagai mitra akademik terpercaya di kancah internasional. Turkiye menjadi salah satu negara strategis yang memiliki kesamaan nilai dengan Indonesia, baik dalam hal spiritualitas, kemanusiaan, maupun komitmen terhadap kemajuan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Sementara itu Siti Zulaikha selaku Wakil Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FIP UNJ yang juga turut hadir mengatakan  “Kami mengapresiasi Kedutaan Besar Republik Turkiye di Indonesia atas undangannya dalam peringatan bersejarah ini. Semoga hubungan antara Indonesia dan Turkiye, khususnya di bidang pendidikan, riset, dan inovasi, terus terjalin erat demi membangun dunia akademik yang inklusif dan berdaya saing global.” ujarnya

Momentum diplomatik ini menjadi refleksi dari peran aktif UNJ dalam menjembatani diplomasi pendidikan dan kebudayaan antarbangsa, memperkuat posisi UNJ sebagai Kampus Berdampak yang terus menjalin persahabatan global berbasis ilmu pengetahuan, perdamaian, dan keberlanjutan.