FT UNJ Hadirkan Konsep Penerimaan Teknologi Baru melalui Integrasi TAM dan DOI di Ajang CIEIE 2025

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Jejak Internasionalisasi dan Reputasi Global,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Komitmen UNJ Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Global melalui Employer Meeting dan Kolaborasi Dunia Industri

BP3 selenggarakan Pembekalan dan Pelepasan PKM Semester 124 Tahun 2026

Perkuat Relevansi Lulusan, FIKK UNJ Gelar Employer Meeting 2026 dan Bangun Kolaborasi Strategis dengan DUDI

FMIPA UNJ Perkuat Kurikulum, Riset, dan Inovasi Industri Lewat Equity in Excellence

FIP UNJ Dorong Konektivitas Akademik–Industri Lewat Equity in Excellence untuk Pendidikan Berdampak

Jakarta, Humas UNJ- Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ), melalui Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur, berkolaborasi dalam penyelenggaraan Talkshow bertema “Integrasi TAM dan DOI dalam Peningkatan Penerimaan Produk Inovasi: Studi Kasus Inovasi Produk Insinerator Skala RW” pada ajang China International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Aam Amaningsih Jumhur sebagai narasumber utama yang juga dosen FT UNJ dan Jalyiamsep Marbun sebagai moderator. Talkshow tersebut menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam memahami proses penerimaan dan implementasi hasil riset teknologi di tingkat komunitas.

Dalam paparannya, Aam Amaningsih Jumhur mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar dunia riset di Indonesia adalah fenomena “Valley of Death”, yaitu jurang antara hasil penelitian dan penerapannya di pasar. Banyak produk riset yang berhenti pada tahap laporan, publikasi, atau paten, namun belum mencapai tahap komersialisasi yang berdampak sosial dan ekonomi.

Melalui pendekatan ilmiah, konsep Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation (DOI) diintegrasikan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Model TAM digunakan untuk mengukur persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan teknologi baru, sedangkan model DOI menjelaskan tahapan sosial dalam proses adopsi inovasi, mulai dari kesadaran, ketertarikan, penilaian, uji coba, hingga penerimaan penuh.

Studi kasus insinerator skala RW menjadi contoh bagaimana teknologi ramah lingkungan dapat diterima masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Aam menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sosial dan tingkat kepercayaan masyarakat. “Teknologi tidak akan berarti apa-apa jika tidak diterima masyarakat. Maka, peran komunikasi, sosialisasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menyimpulkan bahwa TAM menjelaskan aspek psikologis individu, sedangkan DOI menyoroti aspek sosial dan proses adopsi. Inovasi akan diterima jika bermanfaat, mudah digunakan, dan didukung oleh komunitas. Teknologi akan berkelanjutan apabila terdapat partisipasi dan komunikasi inovatif.

Talkshow ini juga menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FT UNJ dalam memperkuat ekosistem inovasi kampus yang menghubungkan dunia riset dan industri. Melalui kolaborasi seperti ini, UNJ diharapkan tidak hanya menjadi lembaga akademik, tetapi juga pusat penggerak inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan.