Jakarta, Humas UNJ — Wahiddah Putri Yusfah, wisudawan Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Gelombang Kedua di Sesi Ketiga UNJ yang digelar pada Rabu, 30 Oktober 2025, di Gedung Olahraga (GOR) UNJ, Jakarta Timur. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.
Lahir dari keluarga sederhana, Wahiddah menunjukkan semangat belajar yang tinggi sejak awal kuliah. Ia merupakan penerima Beasiswa KIP-Kuliah yang menanggung seluruh biaya pendidikannya. Kesempatan tersebut menjadi motivasi utama baginya untuk terus berprestasi.
“Saya selalu berusaha menghargai kesempatan yang sudah diberikan. Karena tidak semua orang bisa kuliah, apalagi dengan beasiswa. Jadi saya ingin memanfaatkan momen ini untuk belajar dengan benar dan mengaplikasikannya di dunia nyata,” ujar Wahidah.
Selama menjalani studi, Wahiddah aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, di antaranya Sahabat Muslim FEB UNJ, BSO Al-Iqtishodi FEB UNJ, serta menjadi pengajar akuntansi di komunitas Accounting Club. Keterlibatannya dalam organisasi tersebut turut membentuk karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial.
Ketertarikan Wahiddah terhadap bidang pendidikan ekonomi bermula sejak masa SMK, ketika ia berinteraksi dengan mahasiswa UNJ yang sedang praktik mengajar. Ia menyadari bahwa lulusan Pendidikan Ekonomi memiliki dua kompetensi utama, yakni kemampuan mengajar dan keahlian akuntansi.
“Saya akhirnya tertarik mengambil prodi Pendidikan Ekonomi karena bisa mengembangkan dua bidang itu sekaligus,” jelasnya.
Menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi menjadi tantangan tersendiri bagi Wahiddah. Namun, dukungan dari keluarga dan lingkungan kampus yang positif menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.
“Saya dikelilingi orang-orang baik di kampus. Teman, kakak tingkat, dan dosen-dosen yang banyak membantu. Dukungan orang tua dan adik juga jadi faktor utama saya bisa bertahan,” tuturnya.
Kedisiplinan dan konsistensi belajar menjadi kunci utama kesuksesannya. Wahiddah mengaku lebih memilih mempelajari materi sebelum perkuliahan dimulai dan mencatat poin-poin penting untuk memudahkan saat ujian.
“Saya juga menjaga istirahat dan asupan makan agar bisa fokus belajar,” tambahnya.
Dalam proses penyusunan skripsi, Wahiddah mendapatkan banyak arahan dari dosen pembimbing yang membantunya menyelesaikan studi tepat waktu.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, Wahidah berencana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di dunia kerja, khususnya di bidang akuntansi.
“Saya ingin berkontribusi di dunia nyata, terutama di bidang akuntansi yang memang saya tekuni,” ujarnya.
Sebagai wisudawan terbaik, Wahiddah juga menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lainnya:
“Belajarlah menghargai waktu, karena tidak semua orang punya kesempatan duduk di bangku kuliah. Jaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Ikuti organisasi yang bisa membawa kita pada kebaikan. Dan yang paling penting, jangan lupa doa serta restu orang tua. Saat lelah, ingat lagi tujuan awal kita kuliah untuk apa,” pungkasnya.
Predikat wisudawan terbaik menjadi kenangan paling berharga bagi Wahiddah dan menjadi kado istimewa bagi orang tua yang selalu mendukungnya. Kisahnya menjadi bukti bahwa kesungguhan, disiplin, dan lingkungan yang mendukung mampu mengantarkan siapa pun menuju puncak prestasi.