Surakarta, Humas UNJ-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat jejaring global melalui partisipasinya dalam Asian Association of Business Incubation (AABI) Summit 2025, yang diselenggarakan pada 15–17 Oktober 2025 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 300 peserta dari lebih dari 10 negara, terdiri atas akademisi, pengelola inkubator bisnis di Asia, perwakilan pemerintah, BUMN, pelaku industri strategis, dan pengusaha.
UNJ memamerkan 15 produk inovasi dalam ajang internasional tersebut, yang dikembangkan melalui Program EQUITY dan didanai oleh Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Partisipasi UNJ dalam pameran ini bertujuan untuk:
Menunjukkan kapasitas inovasi perguruan tinggi;
Mendorong kolaborasi antara inventor UNJ dengan investor, mitra industri, dan pembuat kebijakan nasional maupun internasional;
Menginspirasi peran institusi pendidikan dalam menghasilkan inovasi yang canggih, beretika, aplikatif, dan berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).
Interaksi antara UNJ dan pengunjung pameran diharapkan dapat memicu kolaborasi dalam hilirisasi produk, akselerasi startup, serta adopsi inovasi oleh pasar dan masyarakat luas.
Sebelum menyampaikan pidato sebagai pembicara kunci, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, secara khusus mengunjungi booth UNJ. Ia melakukan kurasi terhadap produk inovasi UNJ, khususnya alat kesehatan Smart Antropometri, yang telah selesai melalui pengujian oleh Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Kementerian Kesehatan. Dirjen Fauzan memberikan arahan terkait proses hilirisasi yang dapat dilakukan UNJ, termasuk peluang kemitraan dengan Kementerian Kesehatan melalui platform Hiliriset.

Produk Foodborne Pathogen Kit dari UNJ menarik perhatian pengunjung internasional, khususnya dari India, Tiongkok, dan Singapura, yang melihat kesamaan dengan produk yang tengah mereka kembangkan dan menawarkan peluang kemitraan berkelanjutan.
Sementara itu, Presiden AABI, Prof. Kwang-Geun (James) Lee dari Dongguk University, Korea Selatan, menawarkan model inkubasi bisnis Asia yang diinisiasinya untuk diadaptasi sebagai model inkubasi di UNJ.
Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wirasti, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa banyak gagasan strategis diperoleh dari forum ini, termasuk strategi kemitraan, peningkatan kualitas penelitian dengan luaran produk inovasi, serta penguatan ekosistem inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi yang efektif, efisien, terukur, dan berdampak nyata.
