Hadirkan Pengalaman Citarasa Asia, Prodi Pendidikan Tata Boga FT UNJ Gelar Asian Food Festival

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

UNJ dan PT Happy Lab Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Talenta Kreator Digital Mahasiswa yang Inovatif dan Kompetitif

Mendiktisaintek Dorong Zero Waste di Kampus Saat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJ

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menggelar Asian Food Festival dengan tema “Rasa Bersuara Mengalir di Jejak Asia!” di Aula Bung Hatta, Kampus UNJ, Rabu (17/12/2025).

Dalam festival kuliner ini, mahasiswa menghadirkan food show yang menampilkan menu makanan khas dari berbagai negara Asia, seperti China, Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Korea, Filipina, Vietnam, Thailand, dan India. Mahasiswa angkatan 2024 juga memeriahkan acara dengan pertunjukan seni yang merepresentasikan budaya masing-masing negara.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Wifda Aulia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Asian Food Festival tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga memperkenalkan nilai sejarah dan budaya di balik setiap hidangan.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan keberagaman melalui kuliner Asia. Semoga acara ini menjadi pembelajaran lintas budaya yang aplikatif,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FT UNJ, Muksin, menegaskan bahwa Asian Food Festival merupakan implementasi kurikulum berbasis proyek.

“Mahasiswa tidak hanya mengenal sejarah, budaya, dan masakan dari berbagai negara di Asia, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menjalankan wirausaha yang dapat menjadi bekal di masa depan,” katanya.

Muksin menambahkan bahwa kegiatan ini mengajarkan nilai keberagaman, sikap terbuka, kreativitas, serta kontribusi terhadap pelestarian warisan kuliner.

“Lulusan kami diharapkan tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga wirausahawan di bidang tata boga dengan keterampilan profesional yang terus berkembang,” pungkasnya.