Jakarta, Humas UNJ — Di balik ketenangan geraknya dan tutur katanya yang bersahaja, Ricky Susiono menyimpan dedikasi panjang terhadap prinsip hidup berbasis unifikasi. Bagi dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) ini, unifikasi bukan sekadar metode latihan fisik, melainkan cara memahami hubungan utuh antara pikiran dan tubuh dalam kehidupan sehari-hari.
Pria yang akrab disapa Pehong di kalangan dunia kepelatihan dan akademik ini telah mengabdi sebagai dosen sejak 2004. Dunia kepelatihan menjadi jalur utama pengabdiannya dalam mengharumkan nama Indonesia dan juga UNJ.
Saat ditemui pada 13 Januari 2026, Ricky berbagi kisah tentang perjalanan panjangnya di dunia olahraga, kepelatihan, dan upayanya memperkenalkan metode unifikasi kepada atlet, mahasiswa, hingga masyarakat luas.

Nama Ricky Pehong bukan sosok asing di dunia olahraga nasional. Dirinya merupakan mantan juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) pada 1996, 1998, dan 2001 untuk cabang lompat jauh dan lempar lembing. Meski demikian sejak menjadi dosen FIKK UNJ kini fokusnya lebih pada bidang olahraga atletik.
Pengalaman sebagai atlet membawanya dipercaya menjadi pelatih fisik di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), khususnya kategori ganda putra, hingga 2022. Keterlibatan menjadi pelatih bagi seorang Ricky Adalah Amanah sekaligus tantangan untuk membawa olahraga bulutangkis Indonesia disegani dunia. Prestasi sebagai pelatih juga telah mengantarkan atlet berprestasi seperti Tontowi Ahmad menjadi juara olimpiade serta atlet Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon (minions) sebagai peringkat 1 dunia terlama selama lima tahun.
“Menjadi pelatih di PBSI, saya banyak berinteraksi dengan atlet-atlet potensial seperti Kevin Sanjaya, Marcus Fernaldi, M. Shohibul Fikri, M. Rian Ardianto, Fajar Alfian, dan lainnya. Dari mereka, saya juga banyak belajar,” ungkap Ricky.

Kecintaannya pada dunia kepelatihan mengantarkannya Ricky terlibat sebagai pelatih fisik baik tingkat daerah maupun pada pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) sejak 2014 hingga 2022
Konsistensinya itu berpuncak pada capaian akademik tertinggi ketika ia meraih gelar Doktor pada November 2025. Disertasinya berjudul “Pengembangan Model Latihan Fisik Berbasis Unifikasi terhadap Peningkatan Daya Ledak, Kelincahan, dan Daya Tahan Olahraga Bulutangkis”, telah menjadi bukti, keseriusan dan komitmennya mengembangkan metode unifikasi secara ilmiah.
Bagi Ricky, seorang pelatih tidak cukup hanya mengajarkan teknik, tetapi harus lebih dahulu menanamkan pemahaman tentang gerak dasar yang harmonis.
Prinsip inilah yang menjadi fondasi metode unifikasi. Dirinya menjelaskan bahwa unifikasi mencakup sejumlah elemen penting, mulai dari meditasi untuk memperjelas pikiran, pemanfaatan pernapasan agar pikiran mampu memimpin tubuh, penggunaan imajinasi positif, gerakan fisik sederhana untuk menemukan keheningan dalam gerak, hingga relaksasi untuk merasakan kekuatan dan ketenangan.
“Semua elemen ini saling terkait dengan lima bagian tubuh utama, yaitu telapak kaki, lutut, pinggang, bahu, dan kepala. Setiap olahraga yang melibatkan gerak, unifikasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Istilah unifikasi sendiri diambil dari prinsip seni bela diri Aikido yang diperkenalkan oleh Soshu Koichi Tohei, dengan makna menyatukan hati dan badan. Prinsip ini, menurut Ricky, relevan tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan unifikasi, seseorang dapat bergerak lebih efisien, cepat, aman, serta meminimalkan risiko cedera, kelelahan berlebih, dan perubahan postur tubuh.
Ricky menekankan bahwa inti dari unifikasi adalah kesadaran gerak. “Hal terpenting dari proses unifikasi adalah membangun kesadaran gerak agar seseorang memiliki kualitas gerak yang baik.” katanya.
Dirinya mencontohkan kebiasaan sederhana seperti cara duduk atau membawa tas yang keliru dan dilakukan bertahun-tahun dapat berdampak serius, bahkan menyebabkan skoliosis. Unifikasi hadir untuk menumbuhkan kesadaran terhadap hal tersebut.
Komitmennya mengembangkan metode ini juga dituangkan melalui karya tulis. Ricky telah menerbitkan dua buku, yakni The Secret Power of Mind Body Unification (2012) dan Sport and Daily Life Unification (2022), yang mengulas penerapan unifikasi dalam olahraga dan kehidupan sehari-hari. Adapun 3 buku lain pada Tahun 2025 diantaranya adalah “1 Jam Jago Dynamic Stretching: Rahasia Meningkatkan Flexibilitas dan Kualitas Gerak Anda”, “1 Hari Jago Running Drill: Rahasia Meningkatkan Teknik lari Anda Dalam Waktu Singkat, serta buku berjudul “UnityFit Badminton Physical Training: Model Latihan Fisik Berbasis Unifikasi”.
Dirinya berharap ke depan metode unifikasi dapat dikenal oleh masyarakat luas. Menurutnya baik dalam dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat sehari-hari, memahami dan mempraktikkan unifikasi akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Ricky juga berpesan bahwa dalam dunia pendidikan dasar mengenalkan gerak dasar menjadi hal penting sebelum memahami materi olahraga lebih jauh. “Gerak dasar adalah bagian terpenting bagi pelajar dari mulai memahami cara berdiri, berlari, melompat, menarik, mendorong, maupun mengangkat semuanya harus dilakukan secara harmonis,” ungkapnya.