Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat peran sosial dan filantropinya melalui Rumah Amal UNJ yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muchlas Suseno, M.Pd., sebagai Direktur. Kehadiran Rumah Amal UNJ dilatarbelakangi oleh persoalan pembayaran UKT yang dialami sebagian mahasiswa akibat keterbatasan kondisi ekonomi orang tua mereka.
Dalam kesempatan wawancara pada 15 Januari 2026, Prof. Muchlas Suseno menjelaskan bahwa banyak mahasiswa mengajukan permohonan keringanan, penundaan atau cara pembayaran biaya pendidikan, sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian serius sivitas akademika UNJ. Rumah Amal UNJ kemudian didirikan sebagai wadah kepedulian bersama untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan.
Menurutnya, pemberian bantuan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa merupakan program awal menuju pencapaian visi utama Rumah Amal UNJ, yaitu untuk kemakmuran masjid Nurul Irfan UNJ termasuk masjid-masjid lainnya di lingkungan UNJ. Untuk itu, salah satu misi yang dikembangkan adalah upaya membangkitkan jiwa peduli dan berbagi (care and share) antar sesama civitas UNJ. Upaya ini diwujudkan dalam bentuk kesediaan para dosen dan tenaga Pendidikan UNJ untuk membayar Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) melalui pemotongan gaji atau penghasilan mereka langsung dilakukan oleh Direktorat Keuangan UNJ. Alhamdulillah, upaya ini ditanggapi dan didukung oleh Rektor UNJ, demikian pungkasnya.
“Diusianya yang relatif baru, keterlibatan Civitas UNJ untuk berdonasi membayar ZIS melalui Rumah Amal UNJ telah menunjukkan komitmen mereka tentang care and share dan sekaligus dukungan eksistensi Rumah Amal UNJ sebagai lembaga untuk sesama,” katanya. “Hingga saat wawancara ini dilakukan, tercatat sebanyak 25 orang donatur tetap telah berkontribusi membayar ZIS melalui Rumah Amal UNJ. Untuk tahun ke depan, diharapkan jumlah donotur ZIS terus bertambah sehingga program-program Rumah Amal dapat diwujdukan.
Selain mengelola donasi tetap berupa penerimaan pembayaran ZIS, Rumah Amal UNJ juga berkomitmen menyelenggarakan penggalangan donasi dan bantuan terkait dengan musibah dan bencana alam. Terakhir dalam musibah dan bencana banjir Sumatra, Rumah Amal UNJ telah menerima dan menyalurkan donasi kepada para penerima manfaat, yaitu mereka yang terdampak bencana tersebut. Dalam kaitan ini, Rumah Amal UNJ berkoordinasi dengan Tim UNJ Peduli dan mengirimkan satu tim relawan ke Sumatra Barat dan satu tim lainnya, dipimpin langsung oleh Rektor UNJ, ke Aceh.
Meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, Rumah Amal UNJ terus berupaya meningkatkan jumlah donatur tetap agar jumlah mahasiswa penerima manfaat terus dapat bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini, sebanyak 12 mahasiswa telah menjadi penerima bantuan pembiayaan uang kuliah. Para mahasiswa penerima bantuan juga dilibatkan secara aktif dalam pengembangan Rumah Amal UNJ, termasuk menyusun program komunikasi publik melalui pembuatan situs web, media sosial, konten visual sebagai wahana komunikasi dengan para donotur dan stake holder lainnya. Hal ini terutama untuk mendukung pengelolaan Rumah Amal UNJ yang berkomitmen pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pelaporan keuangan akan disajikan secara terbuka melalui platform digital agar dapat diakses oleh publik.
Salah satu Upaya di awal penerimaan donasi disebutkan bahwa dana zakat dan non-zakat dipisahkan dalam pengelolaannya. Akad donasi zakat ditaampung di satu rekening yang berbeda dengan rekening untuk menampung dana non-zakat. Disamping itu, dalam struktur Rumah Amal UNJ terdapat tim Dewan Syariah yang berfungsi memberi pendampingan internal untuk memastikan distribusi dana ZIS tepat sasaran secara syariah.
Ke depan, selain pemberian layanan bantuan UKT, Rumah Amal UNJ akan menargetkan cakupan penerima manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendukung layanan jamaah Masjid Nurul Irfan, seperti memperkuat program Jumat Berkah yang telah dijalankan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul irfan. Apabila jumlah donatur tetap semakin meningkat, volume program sosial akan ditambah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak sivitas akademika.
Secara struktural, Rumah Amal UNJ berada di bawah DKM Masjid Nurul Irfan yang telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Rumah Amal Salman Bandung dan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI). Dengan demikian, hal ini membuka peluang kolaborasi dengan mitra kampus di seluruh Indonesia. Di samping itu, dengan pendampingan Rumah Amal Salman yang telah memiliki sistem audit yang baik, Rumah Amal UNJ menargetkan tata kelola yang profesional dan terpercaya.
Lebih lanjut, Prof. Muchlas berharap Rumah Amal UNJ dapat berperan dalam membranding UNJ sebagai kampus yang peduli terhadap kegiatan filantropi. Seiring dengan berkembangnya Rumah Amal, sinergi dengan Masjid Nurul Irfan dan UNJ akan semakin memperkuat citra kampus dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan jumlah donatur tetap. Namun, Prof. Muchlas optimis dengan menjaga komitmen dan kepercayaan publik, Rumah Amal UNJ akan terus berkembang. Pedoman nilai care and share sebagai motto Rumah Amal UNJ selaras dengan jati diri UNJ sebagai kampus pendidikan.
Manfaal lain bagi UNJ, selain aspek sosial, Rumah Amal UNJ juga mendukung visi UNJ sebagai kampus hijau. Salah satu proyeksi program ke depan adalah penyediaan fasilitas air curah siap minum yang dapat dimanfaatkan mahasiswa di lingkungan masjid untuk mengurangi dampak sampah plastik botol kemasan.
Prof. Muchlas Suseno juga mengajak seluruh sivitas akademika UNJ untuk terlibat dan berkontribusi terhadap kelangsungan Rumah Amal UNJ. “Mari makmurkan masjid dan Rumah Amal UNJ karena hal itu juga akan memakmurkan sesama segenap sivitas akademika UNJ.”katanya.