Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha Gelar Seminar Nasional Bahas Transformasi Pembelajaran PPKn di Era Digital

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

UNJ Raih Peringkat 2 Besar LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026 untuk Subjek Pemeringkatan Bidang Ilmu Sosial

THE WUR 2026 Rilis Subjek Pemeringkatan Bidang Pendidikan, UNJ Masuk 7 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi PPKn FISH UNJ) bekerja sama dengan Program Studi PPKn Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha (Prodi PPKn FHIS Undiksha) Bali menyelenggarakan Seminar Nasional dan Visiting Professor pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana Kampus A UNJ, serta daring melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Digital dan Society 5.0 untuk Mewujudkan Warga Negara Berkelanjutan”, seminar ini menjadi forum akademik untuk membahas penguatan peran PPKn dalam merespons tantangan etika, karakter kebangsaan, dan kewargaan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Elizabeth Nugrahaeni, yang mewakili Dekan FISH UNJ. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah lama terjalin antara Prodi PPKn UNJ dan Prodi PPKn Undiksha, yang dinilai semakin kuat melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dari kedua institusi. Ia menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak nyata melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, termasuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap era digital.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Prodi S1 dan S2 PPKn FISH UNJ, Yuyus Kardiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai implementasi kurikulum berdampak, tidak sekadar kunjungan akademik. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi UNJ–Undiksha mencakup seminar nasional, visiting professor, visiting lecturer, diskusi kurikulum, serta rencana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berskala nasional hingga internasional. Yuyus juga menegaskan komitmen Prodi PPKn UNJ dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana yang inklusif dan relevan, termasuk melalui penguatan jejaring akademik dan pelibatan guru sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kewarganegaraan.

Sementara itu, Koordinator Prodi PPKn FHIS Undiksha, I Putu Windhu Merta Sujana, menyampaikan bahwa kunjungan akademik ini merupakan wujud kedekatan emosional dan akademik antara Undiksha dan UNJ. Ia menegaskan bahwa kedua pihak telah menyepakati sejumlah agenda kolaborasi strategis berbasis Tridarma Perguruan Tinggi. Menurutnya, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran PPKn serta menghasilkan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation of Arrangement (IA) sebagai bentuk penguatan kerja sama akademik antara Prodi PPKn UNJ dan Prodi PPKn Undiksha.

Seminar nasional menghadirkan Rektor UNJ, Prof. Komarudin, sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki peran strategis sebagai fondasi etika digital dan keberlanjutan sosial. Menurutnya, transformasi digital telah mengubah pola interaksi sosial, politik, dan budaya secara cepat dan terbuka, sehingga praktik kewarganegaraan tidak lagi hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang menjadi arena utama diskusi publik dan partisipasi politik.

Prof. Komarudin menyoroti berbagai tantangan etika di ruang digital, seperti maraknya disinformasi dan hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, pelanggaran privasi, serta polarisasi sosial dan politik identitas yang berpotensi merusak kohesi sosial bangsa. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, ia menekankan pentingnya PPKn sebagai wahana internalisasi nilai-nilai Pancasila untuk membentuk warga negara yang beretika, kritis, reflektif, dan bertanggung jawab di ruang digital.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila—ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial—harus menjadi landasan dalam penguatan literasi digital, etika publik, serta praktik kewarganegaraan digital yang mendukung keberlanjutan demokrasi. Menurutnya, penguatan pembelajaran PPKn yang kontekstual, reflektif, serta pemanfaatan teknologi secara kritis dan etis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Seminar ini juga menghadirkan para narasumber, antara lain Prof. I Wayan Kertih, Prof. Japar, Prof. Sukadi, dan Prof. Nadiroh, yang membahas penguatan pembelajaran mendalam PPKn, kewargaan digital berbasis nilai Pancasila, serta tantangan dan peluang implementasi di lapangan. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, UNJ dan Undiksha berharap dapat terus memperkuat kolaborasi akademik dan menghasilkan gagasan strategis bagi pengembangan pembelajaran PPKn yang relevan dengan era digital dan Society 5.0.