Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

UNJ Raih Peringkat 2 Besar LPTK Terbaik Nasional Versi THE WUR 2026 untuk Subjek Pemeringkatan Bidang Ilmu Sosial

Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak melalui Employer Meeting FEB UNJ 2026 yang diselenggarakan pada 22 Januari 2026 di Gedung SFD Tower B Lantai 10. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan pembuat kebijakan publik dalam satu ruang dialog kolaboratif.

Mengusung tema “Strategic Synergy for Sustainable Partnership”, forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan multidimensi untuk menyelaraskan visi, membangun kepercayaan, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di tengah dinamika ekonomi, sosial, dan teknologi yang terus berkembang. Kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan.

Dalam berbagai sesi diskusi, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa kemitraan kampus–industri tidak boleh berhenti pada tataran kesepahaman formal, melainkan harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur dampaknya. Sejumlah agenda kolaborasi strategis yang mengemuka antara lain penguatan program magang yang lebih bermakna dan berkelanjutan, dirancang sebagai pengembangan talenta jangka panjang dengan pendampingan langsung dari praktisi industri.

Selain itu, skema beasiswa berbasis kinerja dan kebutuhan—seperti yang telah diinisiasi oleh Baznas, Bank Indonesia, serta program KJMU dari Pemerintah Provinsi—dipandang perlu diperluas hingga jenjang pascasarjana. Kolaborasi riset terapan juga menjadi perhatian utama, dengan mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam proyek-proyek riil industri, termasuk peluang post-doctoral, publikasi bersama, serta kemitraan riset dengan lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tidak kalah penting, pengembangan kurikulum bersama dinilai krusial agar capaian pembelajaran selaras dengan kebutuhan kompetensi terkini dunia kerja.

Masukan dari mitra strategis seperti Triputra Group, PT Gondowangi, dan PT Pertamina turut menyoroti pentingnya penguatan branding dan positioning FEB UNJ di mata publik dan dunia industri. Citra institusi yang kuat diyakini tidak hanya meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa unggul, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis yang lebih luas serta memperkuat penyerapan lulusan di dunia kerja.

Untuk itu, FEB UNJ didorong memperkuat kehadiran digital melalui konten yang relevan dan inspiratif, publikasi keberhasilan alumni, serta penguatan kemitraan media. Optimalisasi peran Pusat Karir dan Alumni juga menjadi agenda penting sebagai jembatan antara kampus, industri, dan lulusan, melalui penyelenggaraan job fair, webinar karier, hingga forum alumni secara berkelanjutan. Kontribusi nyata melalui pengabdian masyarakat, riset berdampak sosial, dan partisipasi aktif dalam diskursus kebijakan publik turut dipandang sebagai strategi membangun kesan positif dan kredibel institusi.

Isu ketangguhan mental dan profesionalisme lulusan menjadi benang merah dalam hampir seluruh diskusi. Para mitra dari sektor perbankan, BUMN, hingga lembaga filantropi menilai bahwa keunggulan akademik dan teknis harus dibarengi dengan kedewasaan emosional, etos kerja yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dalam situasi penuh tekanan.

Menanggapi hal tersebut, FEB UNJ didorong untuk mengintegrasikan penguatan karakter ke dalam kurikulum melalui pembelajaran berbasis proyek, simulasi tantangan dunia kerja, serta program mentoring oleh alumni dan praktisi. Pengembangan program kepemimpinan dan soft skills yang terstruktur—mulai dari public speaking, negosiasi, manajemen konflik, hingga kerja tim—dipandang sebagai investasi strategis dalam membentuk lulusan yang unggul dan tangguh.

Menurut Prof. Mohamad Rizan selaku Dekan FEB UNJ mengatakan bahwa Employer Meeting FEB UNJ 2026 menjadi titik awal penyusunan roadmap kolaborasi jangka panjang antara kampus, industri, dan pemerintah. Sejumlah komitmen tindak lanjut disepakati, antara lain pembentukan task force kolaborasi lintas sektor, penyelarasan Rencana Strategis (Renstra) FEB UNJ dengan kebutuhan aktual pemangku kepentingan, serta pengembangan sistem umpan balik berkelanjutan antara alumni, pengguna lulusan, dan kampus. Ke depan, FEB UNJ juga berkomitmen memperluas jejaring mitra ke sektor-sektor strategis seperti teknologi finansial, ekonomi hijau, dan usaha sosial, ujar Prof. Mohamad Rizan.

Lanjut Prof. Mohamad Rizan berharap melalui semangat kolaborasi yang semakin menguat, FEB UNJ optimistis dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam ekosistem pendidikan nasional. Tidak hanya sebagai penghasil lulusan siap kerja, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi sosial-ekonomi yang berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan dan kebutuhan bangsa. Dengan sinergi yang berkelanjutan dan berbasis kepercayaan, FEB UNJ siap melahirkan generasi pemimpin masa depan yang adaptif, berintegritas, dan berdampak bagi Indonesia, tambahnya.