Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Doha, Humas UNJ — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di kancah internasional. Batavia Team UNJ melalui kendaraan inovatifnya “Si Jayarara” berhasil meraih Juara 5 kategori Battery Electric dalam ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 yang diselenggarakan di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026.

Shell Eco-Marathon merupakan kompetisi internasional prestisius yang mempertemukan tim mahasiswa dari berbagai negara untuk merancang dan mengembangkan kendaraan hemat energi dengan inovasi teknologi mutakhir. Seri tahun 2026 ini menandai babak baru kompetisi dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mencerminkan perkembangan terbaru di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta tantangan nyata menuju transportasi berkelanjutan.

Dalam kompetisi ini, Batavia Team UNJ sukses menunjukkan performa unggul pada kategori Battery Electric, bersaing dengan puluhan tim dari universitas ternama kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Kendaraan “Si Jayarara” dinilai mampu menggabungkan efisiensi energi, keandalan teknis, serta inovasi desain yang kompetitif di lintasan internasional.

Batavia Team UNJ berada di bawah bimbingan dosen Pratomo Setyadi dan Catur Setyawan Kusumohadi, dengan Rizky Ananda, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Manufaktur Fakultas Teknik (FT) UNJ sebagai Ketua Tim. Tim ini beranggotakan mahasiswa lintas program studi di lingkungan FT UNJ, yaitu Muhammad Dimas Aby Malik (mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin), Muhammad Hilmi Hazim (mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur), Adam Tarmizi (mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur), Zelqy Yudhawan (mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin), Ivan Fairuz Al Asyfahani (mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur), Radit Tri Budi Permana (mahasiswa Prodi Teknik Mesin), Satrio Pamungkas (mahasiswa Prodi Teknik Mesin), serta Reinhart Janssen Octario (mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin).

Atas capaian tersebut, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan Fakultas Teknik UNJ menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap perjuangan Batavia Team UNJ. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNJ mampu bersaing di level global serta menunjukkan kualitas pendidikan teknik yang adaptif terhadap tantangan teknologi masa depan, khususnya dalam pengembangan energi ramah lingkungan dan kendaraan berkelanjutan.

Sementara itu, Rizky Ananda selaku Ketua Tim Batavia Team UNJ menyampaikan bahwa pencapaian Juara 5 ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh anggota tim. Ia menegaskan bahwa ajang Shell Eco-Marathon menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan teknis, manajerial, serta kerja tim dalam skala internasional, sekaligus memotivasi tim untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Keberhasilan Batavia Team UNJ di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 semakin menegaskan posisi UNJ sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong inovasi mahasiswa, penguatan kompetensi STEM, serta kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi berkelanjutan di tingkat global.