Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rapat pimpinan di mana salah satu agenda adalah serah terima aplikasi SIMRISK (Sistem Informasi Manajemen Risiko) pada Rabu, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Syafei lantai 8. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UNJ dalam memperkuat tata kelola dan sistem manajemen risiko institusi.
Hadirnya aplikasi SIMRISK ini diinisiasi oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) UNJ yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom). Pada tahun 2026, SIMRISK direncanakan memasuki tahap uji coba, sebelum diimplementasikan secara penuh pada tahun 2027 di seluruh unit kerja.
Dalam rapat pimpinan tersebut, tim SPI memaparkan konsep, fitur, serta alur penggunaan SIMRISK, yang kemudian dilanjutkan dengan demo aplikasi.

Pada kesempatan ini, Adam Zakaria selaku Kepala SPI UNJ mengatakan bahwa SIMRISK dirancang untuk membantu identifikasi, pemetaan, pemantauan, serta mitigasi risiko secara terintegrasi dan berbasis data, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akuntabel dan transparan, ujarnya.
Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ mengatakan bahwa aplikasi SIMRISK merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar risiko di lingkungan UNJ. “Kriteria-kriteria risiko pada sistem ini perlu dikembangkan sesuai dengan tupoksi masing-masing unit kerja,” ujar Prof. Komarudin.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya dukungan seluruh pimpinan dan unit kerja dalam menyukseskan tahap uji coba agar implementasi penuh pada tahun 2027 dapat berjalan optimal.
Rapat pimpinan juga menjadi forum diskusi strategis, di mana para pimpinan universitas memberikan masukan dan rekomendasi terkait penyempurnaan fitur, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi SIMRISK dengan sistem informasi lain yang telah ada di UNJ.
Melalui pengembangan SIMRISK, UNJ menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip good university governance, khususnya dalam penguatan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang adaptif terhadap tantangan institusional di masa depan.