Perkuat Tata Kelola Manajemen Risiko, UNJ Kembangkan Aplikasi SIMRISK

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kunjungi Labschool UNJ Jakarta, Wapres Gibran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen UNJ Jadi Panelis Peringatan 130 Tahun Victory of Adwa di Kedutaan Besar Ethiopia

Tingkatkan Reputasi Global, Lima Mahasiswa UNJ Ikuti Student Exchange ke Jeonbuk National University Korea Selatan melalui Program EQUITY

Mengenal Lebih Dekat Dana Abadi UNJ

Perkuat Mutu dan Daya Saing Global, UNJ Pertahankan Status Akreditasi Unggul hingga 2027

Trilogi Pesan Rektor UNJ Saat Pelantikan OPMAWA dan ORMAWA

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rapat pimpinan di mana salah satu agenda adalah serah terima aplikasi SIMRISK (Sistem Informasi Manajemen Risiko) pada Rabu, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Syafei lantai 8. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UNJ dalam memperkuat tata kelola dan sistem manajemen risiko institusi.

Hadirnya aplikasi SIMRISK ini diinisiasi oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI) UNJ yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom). Pada tahun 2026, SIMRISK direncanakan memasuki tahap uji coba, sebelum diimplementasikan secara penuh pada tahun 2027 di seluruh unit kerja.

Dalam rapat pimpinan tersebut, tim SPI memaparkan konsep, fitur, serta alur penggunaan SIMRISK, yang kemudian dilanjutkan dengan demo aplikasi.

Pada kesempatan ini, Adam Zakaria selaku Kepala SPI UNJ mengatakan bahwa SIMRISK dirancang untuk membantu identifikasi, pemetaan, pemantauan, serta mitigasi risiko secara terintegrasi dan berbasis data, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akuntabel dan transparan, ujarnya.

Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ mengatakan bahwa aplikasi SIMRISK merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar risiko di lingkungan UNJ. “Kriteria-kriteria risiko pada sistem ini perlu dikembangkan sesuai dengan tupoksi masing-masing unit kerja,” ujar Prof. Komarudin.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya dukungan seluruh pimpinan dan unit kerja dalam menyukseskan tahap uji coba agar implementasi penuh pada tahun 2027 dapat berjalan optimal.

Rapat pimpinan juga menjadi forum diskusi strategis, di mana para pimpinan universitas memberikan masukan dan rekomendasi terkait penyempurnaan fitur, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi SIMRISK dengan sistem informasi lain yang telah ada di UNJ.

Melalui pengembangan SIMRISK, UNJ menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip good university governance, khususnya dalam penguatan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang adaptif terhadap tantangan institusional di masa depan.