Gandeng Kedubes Prancis dan LPDP, UNJ Gelar Sosialisasi Beasiswa Studi ke Eropa

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Gandeng Kedubes Prancis dan LPDP, UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Wujudkan Kampus Berintegritas, Kantor RB ZI UNJ Kawal 9 Unit Kerja Raih Predikat WBK

Redis UNJ Tegaskan Komitmen Kampus Ramah Disabilitas dalam Regenerasi Kepemimpinan

FIKK UNJ Gelar Tarhib Ramadan 2026, Dekan Ajak Sivitas Jadikan Setiap Detik sebagai Investasi Akhirat

Tingkatkan Kompetensi Pedagogik, BP3 UNJ Gelar Pelatihan PEKERTI bagi Dosen Universitas YARSI

Tingkatkan Kompetensi Dosen Muda, BP3 UNJ Selenggarakan Pelatihan PEKERTI Batch 1-2026

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Kantor Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d’Indonésie/IFI, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Beasiswa LPDP & Studi ke Prancis” pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Bung Hatta lantai 2 Kampus A UNJ.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rahmat Darmawan selaku Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Antoine Bricout selaku Atase Kerja Sama Pendidikan dan Universitas,Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Gema Akbar selaku Wakil Atase Kerja Sama Universitas, IFI , serta Azman Muammar selaku Kepala Subsidi Kerjasama Beasiswa LPDP .

Mewakili Wakil Rektor IV, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Beasiswa LPDP merupakan inisiatif strategis Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global. Menurutnya, Prancis menjadi destinasi yang tepat karena memiliki ekosistem pendidikan dan penelitian yang kuat di berbagai bidang, mulai dari sains, teknik, hingga kebijakan publik.

“Studi di Prancis tidak hanya menawarkan keunggulan akademik, tetapi juga paparan internasional yang berharga dan pemahaman lintas budaya. Kami berharap para penerima beasiswa LPDP di masa depan akan kembali ke Indonesia dengan perspektif global dan komitmen kuat terhadap pembangunan nasional,” ujar Rahmat.

Sementara itu, Educational and Academic Cooperation Attaché IFI, Antoine Bricout, menyampaikan apresiasinya atas reputasi UNJ, khususnya dalam mencetak pendidik. Ia memaparkan bahwa Prancis menawarkan sistem pendidikan tinggi kelas dunia yang terjangkau karena adanya subsidi pemerintah.

“Biaya kuliah di universitas negeri disubsidi oleh pemerintah Prancis, bahkan untuk mahasiswa internasional. Jadi, ini sangat terjangkau dibandingkan tujuan studi lainnya,” jelas Antoine.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan bahasa Prancis bukan lagi hambatan mutlak. Saat ini, terdapat lebih dari 1.600 program studi, terutama jenjang Magister dan Doktoral, yang diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.

Pada sesi selanjutnya, Perwakilan LPDP, Azman Muammar, memaparkan secara teknis mengenai skema dan mekanisme pendaftaran beasiswa LPDP. Ia memberikan panduan komprehensif terkait proses seleksi, mulai dari administrasi hingga wawancara, serta strategi jitu bagi para dosen dan mahasiswa UNJ untuk mendapatkan pendanaan studi lanjut.

Terakhir, Wakil Atase Kerja Sama Universitas IFI, Gema Akbar, menekankan bahwa penguasaan bahasa Prancis bukan syarat mutlak karena tersedia lebih dari 1.600 program studi berbahasa Inggris. Ia juga menjelaskan berbagai keuntungan lain seperti subsidi tempat tinggal (CAF) dan jaminan kesehatan gratis, serta mengajak peserta memanfaatkan fasilitas “Warung Prancis” di berbagai universitas untuk konsultasi studi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan hubungan kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, budaya, dan kemanusiaan antara UNJ dan mitra international.