UNJ Siapkan Instrumen Seleksi 500 Calon Guru SMA Unggul Garuda Baru untuk Empat Wilayah Strategis Nasional

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. BP3 selenggarakan Pembekalan dan Pelepasan PKM…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Bahas Potensi Kerja Sama Strategis, UNJ Sambut Kunjungan Kerja BPS RI

UNJ Jajaki Kerja Sama dengan Kedubes Mozambik dalam Bidang Akademik

Perkuat Sinergi Alumni dan Almamater, IKA FBS Hadiri MUBES ke-10 IKA UNJ 2026

FT UNJ Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Gliter Jak Gelar Workshop Literasi Digital dan Robotika untuk Murid

UNJ Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang PR INDONESIA Awards 2026

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan mutu pendidikan nasional. Di mana UNJ menggelar Lokakarya Penyusunan Rubrik, Format Wawancara, dan Tes Microteaching sebagai bagian dari persiapan seleksi calon guru Program SMA Unggul Garuda Baru, Jumat (20/2/2026), di Ruang Pertemuan Gedung Moh. Syafei Lantai 6 UNJ.

Lokakarya ini menjadi langkah krusial dalam menyiapkan instrumen seleksi yang akan digunakan untuk menyaring sekitar 500 peserta calon guru dan kepala sekolah. Mereka akan diproyeksikan mengisi kebutuhan pendidik pada empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di Belitung Timur, Bulungan, Konawe Selatan, dan Timor Tengah Selatan.

Program SMA Unggul Garuda Baru merupakan inisiatif strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kualitas pendidikan menengah unggulan di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Lokakarya difokuskan pada penyusunan instrumen seleksi yang komprehensif, objektif, dan terstandar. Tim perumus menyusun rubrik penilaian wawancara berbasis kompetensi, indikator kepemimpinan pendidikan, serta format penilaian microteaching yang mengukur kemampuan pedagogik, penguasaan materi, strategi pembelajaran inovatif, hingga kemampuan komunikasi dan refleksi profesional.

Pada kesempatan ini, Prof. Ifan Iskandar selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni menegaskan bahwa kualitas instrumen seleksi menjadi fondasi utama dalam menghasilkan pendidik unggul.

“Seleksi ini tidak hanya mencari guru yang cakap secara akademik, tetapi juga sosok pendidik yang memiliki integritas, kepemimpinan, adaptif terhadap tantangan zaman, serta mampu membangun budaya belajar yang transformatif. Karena itu, instrumen yang kita susun harus terukur, adil, dan berbasis standar profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan pendekatan multi-aspek, sehingga mampu menjaring talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui lokakarya ini, UNJ menegaskan komitmennya sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya pemerintah dalam program strategis nasional. Amanah ini sekaligus memperkuat posisi UNJ sebagai motor penggerak transformasi pendidikan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang profesional, adaptif, dan berdaya saing internasional.

Dengan instrumen seleksi yang matang dan sistematis, UNJ optimistis proses penyaringan 500 peserta akan menghasilkan guru-guru unggul yang siap membangun ekosistem pembelajaran berkualitas di SMA Unggul Garuda Baru yang menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk mencetak generasi emas Indonesia masa depan.