Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan tahapan wawancara seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakepsek) dan Calon Wakil Kepala Sekolah (Cawakepsek) untuk empat SMA Unggul Garuda baru yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026 di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UNJ ini menegaskan peran strategis UNJ sebagai mitra pemerintah dalam penguatan kepemimpinan pendidikan nasional.
Analis SDM Aparatur Ahli Muda Kemdiktisaintek, Bunyamin, menjelaskan bahwa proses seleksi melibatkan 28 pewawancara dari unsur strategis guna memastikan kualitas kandidat yang terpilih. Unsur pertama berasal dari jajaran pimpinan Kemdiktisaintek, termasuk Wakil Menteri Prof. Stella Christie serta pejabat tinggi pratama di Direktorat Jenderal Saintek.

Unsur kedua melibatkan tim pakar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berpengalaman dalam seleksi pimpinan sekolah. Sementara unsur ketiga menghadirkan praktisi langsung, yakni para kepala sekolah dari jaringan SMA Garuda Transformasional yang telah memiliki rekam jejak unggul, seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, SMAN MH Thamrin, MAN Insan Cendekia Serpong, dan MAN Insan Cendekia Palembang.
Dari total 58 kandidat yang diundang, sebanyak 55 orang hadir mengikuti proses seleksi. Seluruh peserta menjalani rangkaian tahapan komprehensif sebelum dilakukan evaluasi akhir menggunakan sistem pemeringkatan. Dari proses tersebut, hanya 20 kandidat terbaik yang akan dipilih untuk mengisi formasi kepemimpinan—empat sebagai kepala sekolah dan 16 sebagai wakil kepala sekolah—dengan skema satu kepala sekolah dan empat wakil kepala sekolah di setiap institusi.

Empat SMA Unggul Garuda baru tersebut akan beroperasi di Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur). Penempatan pemimpin hasil seleksi ketat ini diharapkan mampu membangun fondasi pendidikan unggul dan berdaya saing global di wilayah-wilayah tersebut.
Kepercayaan yang diberikan kepada UNJ sebagai lokasi seleksi nasional ini semakin menegaskan posisi UNJ sebagai perguruan tinggi kependidikan yang memiliki kompetensi, reputasi, dan komitmen dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah. Keterlibatan UNJ tidak hanya sebatas penyediaan tempat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem akademik yang konsisten mendorong penguatan kepemimpinan pendidikan, kualitas tata kelola sekolah, serta lahirnya generasi unggul Indonesia di masa depan.
