Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Sekolah Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Disabilitas sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang Mawapres Disabilitas Tingkat Nasional pada Senin, 11 Mei 2026 di Ruang Fairplay dan Ruang Multimedia GOR, Kampus B UNJ. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan penyelenggaraan Sekolah Mawapres Disabilitas pertama di lingkungan UNJ.
Program ini diikuti oleh para finalis Mahasiswa Berprestasi Disabilitas UNJ 2026 yang berasal dari berbagai fakultas, yaitu Ibnu Muzaki, Muhamad Haikal Mursid, Zaenal Abidin, dan Muhamad Zulkarnain dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fajar Trihadi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Muhammad Naufal Athallah dari Fakultas Teknik (FT), serta Ghaniya Fadlilatun Nisa, Muhammad Umar Hafidh, dan Daneshvara Raja Wyoga dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), serta Rangga Kusuma Putra dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Kegiatan Sekolah Mawapres Disabilitas ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada para finalis, mulai dari penguatan kapasitas diri, penyusunan karya tulis ilmiah, presentasi, hingga pengembangan kepercayaan diri dalam menghadapi seleksi tingkat nasional. Selain menjadi wadah pembinaan prestasi, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UNJ dalam menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa disabilitas secara optimal.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Mawapres Disabilitas menjadi bentuk nyata komitmen UNJ dalam membuka ruang prestasi yang setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

“Melalui Sekolah Mawapres Disabilitas ini, UNJ ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan tampil di tingkat nasional. Kami tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk kompetisi, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, dan ruang akademik yang inklusif di lingkungan kampus,” ujar Yasep.
Ia juga menambahkan bahwa UNJ akan terus memperkuat sistem pembinaan prestasi mahasiswa yang adaptif dan ramah disabilitas agar semakin banyak mahasiswa mampu menunjukkan potensi terbaiknya di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan perdana ini, UNJ menegaskan dukungannya terhadap kesetaraan kesempatan bagi seluruh mahasiswa untuk berprestasi. Kehadiran Sekolah Mawapres Disabilitas diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembinaan prestasi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
