Adjunct Professor UNJ Prof. Hesham Ali El Enshasy Ditunjuk sebagai Ambassador World Bioeconomy Association untuk Malaysia dan Indonesia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FMIPA UNJ Jalin Jejaring Akademik Global melalui Kerja Sama Strategis dengan Sethu Institute of Technology India

Dosen FT UNJ dan PIS Malaysia Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Pelatihan Fashion Berkelanjutan Berbasis Technopreneurship

UNJ dan IIT Kanpur–IIT Gandhinagar Jajaki Kolaborasi Strategis di Bidang Teknologi, Sains, dan Riset Global

Perkuat Kapasitas Diplomasi dan Kepemimpinan Global Generasi Muda, Mahasiswa FBS UNJ Terpilih dalam AYDA 2026

FMIPA UNJ Matangkan Persiapan Akreditasi Laboratorium Pengujian Kualitas Air Berstandar SNI ISO/IEC 17025

Jakarta, Humas UNJ – Kabar membanggakan kembali datang dari jejaring akademik internasional Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Prof. Hesham Ali El Enshasy, seorang ilmuwan bioteknologi kelas dunia yang juga menjabat sebagai Adjunct Professor di UNJ, resmi ditunjuk sebagai Ambassador untuk Malaysia dan Indonesia oleh World Bioeconomy Association (WBA).

Penunjukan ini menjadi pengakuan atas kontribusi besar Prof. Hesham Ali El Enshasy dalam bidang bioteknologi industri, khususnya dalam pengembangan riset terapan dan komersialisasi produk berbasis bioteknologi. Selain aktif sebagai profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), ia juga dikenal aktif membangun kolaborasi akademik internasional bersama UNJ.

Prof. Hesham Ali El Enshasy juga tercatat dalam pemeringkatan Stanford University-Elsevier sebagai salah satu dari 2 persen ilmuwan terbaik dunia sejak tahun 2020, khususnya pada bidang Biotechnology. Pengakuan tersebut menempatkannya sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh di dunia dalam bidang rekayasa bioproses dan pengembangan produk bioteknologi.

Sebagai Ambassador WBA untuk kawasan Malaysia dan Indonesia, Prof. Hesham diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas negara dalam pengembangan bioekonomi, termasuk memperluas kolaborasi riset, inovasi industri, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang bioteknologi. Perannya juga diyakini mampu menjembatani hubungan antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

Keterlibatan Prof. Hesham bersama UNJ telah berlangsung melalui berbagai program internasional, seperti pelatihan Natural Antimicrobial Products, kuliah tamu terkait pengembangan bisnis dan komersialisasi produk bioteknologi, hingga kolaborasi riset dan pertukaran mahasiswa dengan institusi serta perusahaan bioteknologi di Malaysia.

Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi UNJ dalam jejaring akademik global dan menunjukkan komitmen universitas dalam menghadirkan kolaborasi internasional yang berdampak. Kehadiran para akademisi kelas dunia sebagai bagian dari ekosistem UNJ diharapkan mampu mendorong penguatan riset, inovasi, dan internasionalisasi kampus menuju perguruan tinggi berdaya saing global.