Jakarta, Humas UNJ – Universitas Pakuan gandeng Universitas Negeri Jakarta selenggarakan Training of Trainers (ToT) dalam rangka penguatan kapasitas akademik para dosen di lingkungan Universitas Pakuan, Bogor Jawa Barat pada 11 Mei 2026.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, 11 hingga 12 Mei 2026 secara hybrid baik online dan juga offline yang mengusung tema “Pelatihan Calon Instruktur Pekerti dan AA Bagi Dosen Universitas Pakuan”.
Dalam sambutannya Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono turut mengapresiasi terlaksananya kolaborasi pelatihan ini. Menurutnya kerja sama akademik ini bertujuan memperkuat SDM khususnya bidang pendidikan dan pengajaran Perguruan Tinggi.
“Tentunya kegiatan ini memberikan peran strategis dalam meningkatkan dosen di tengah dinamika transformasi pendidikan karena dosen tidak hanya dituntut mampu menguasai substansi akademik tetapi juga mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif berorientasi pada pembelajaran partisipatif,” katanya.
Pada kesempatan itu dirinya berharap pelatihan ini dapat melahirkan calon instruktur Pekerti dan AA yang tidak hanya memahami metodologi tetapi turut menjadi agen perubahan dalam budaya akademik unggul di kampus.
Menurutnya melalui pelatihan ini diharapkan adanya peningkatan mutu pembelajaran berbasis Outcomes Based Education (OBE), transformasi pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan zaman dan tantangan global.
Dirinya juga menyerukan para peserta aktif berdiskusi serta memperluas wawasan dan jejaring akademik sebagai momentum penguatan profesionalisme dan dedikasi sebagai pendidik dan instruktur handal setelah mengikuti pelatihan ini.
Sementara itu dalam pembukaannya Prof. Johansyah Lubis selaku Kepala BP3 UNJ menyebut ada sembilan kategori pembelajaran dalam pelatihan ToT Pekerti dan AA yaitu materi paradigma pembelajaran Perguruan Tinggi, Kurikulum Pekerti dan AA, Manajemen penyusunan pelatihan dan silabus pelatihan, pengembangan media dan bahan ajar pembelajaran, pembelajaran aktif, inovatif, dan efektif, manajemen kelas, penggunaan TIK, assessment penilaian dalam pelatihan, dan penyusunan perangkat pelatihan.
Menurutnya pelaksanaan ToT ini akan terus dilakukan evaluasi setelah pelatihan berlangsung.
“Oleh sebab itu kami meminta masukan mengenai materi dan pelaksanaan teknis agar ToT ini semakin baik ke depannya,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas dosen secara berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi mitra. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi instruksional para peserta, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dan praktik terbaik antar institusi.