UNJ dan Goethe-Institut Indonesia Jalin Kolaborasi untuk Penguatan Literasi Sains Pelajar

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. 353 Peserta Ikuti Ujian Keterampilan Olahraga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Tingkatkan Profesionalisme Dosen UNJ, BP3 UNJ Gelar Pelatihan Applied Approach (AA) 2026 secara Daring

Riset Expo LPPM UNJ ditutup dengan Awarding, Inilah Deretan Peraih LPPM UNJ Award 2026

Peluncuran Dua Buku di Dies Natalis ke-62 Jadi Wujud Kontribusi Akademik UNJ untuk Pendidikan Indonesia

Dies Natalis ke-62, UNJ Tegaskan Transformasi Menuju Perguruan Tinggi Berdampak dan Bereputasi Global

Menaker RI Beri Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Pembukaan Dies Natalis ke-62 UNJ

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Goethe-Institut Indonesia jalin kolaborasi dalam rangka memperkuat literasi sains tingkat pelajar melalui kegiatan penayangan film bertema “Science Film Festival” yang akan terselenggara di berbagai provinsi di Indonesia.

Pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ dengan perwakilan Goethe-Institut Indonesia menyepakati berbagai bentuk kolaborasi pada kegiatan festival film sains, seperti pelibatan dosen dan mahasiswa dalam program tersebut.

Menurut Debora Kezia selaku Koordinator Science Film Festival Indonesia dari Goethe-Institut Indonesia mengatakan bahwa ada sekitar 15 hingga 18 koleksi film internasional tentang sains yang akan disulihsuarakan ke bahasa Indonesia.

Ia menambahkan bahwa selain pemutaran film juga akan ada kegiatan eksperimen sains sederhana kepada pelajar dari para instruktur dari mahasiswa UNJ yang terlibat dalam program ini.

“Jadi selain pemutaran film juga ada kegiatan pendidikannya sekaligus memberi pelatihan kepada dosen dan mahasiswa UNJ untuk menjadi pemandu dari kegiatan ini,” katanya.

Ia mengatakan bahwa para mahasiswa akan berkeliling Indonesia membawa proyek ini ke sekolah-sekolah yang menjadi tempat penayangan film. Ia mengatakan perkumpulan para mahasiswa juga akan membentuk tim saintis yang akan mendukung edukasi dalam program penayangan tersebut.

Debora berharap kerja sama dengan UNJ dapat terus berlanjut dan meluas ke berbagai program studi yang ada di UNJ selain Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman.

Selain itu menurut Marguerite Rumpf selaku Head of Cultural Programmes Southeast Asia/Australia/New Zealand berharap kolaborasi antara Goethe-Institut dengan UNJ bisa semakin erat. Ia menambahkan bahwa Science Film Festival (SFF) dapat menjadi ruang pertukaran ide antara Goethe-Institut dan para mahasiswa dan dosen dari UNJ.

“Kami ingin terus mengembangkan kolaborasi ini, karena tiga tahun terakhir kita memiliki ikatan kolaborasi yang baik dengan UNJ,” katanya.

Pada kesempatan itu Marguerite berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya dalam berbagai bentuk dan kegiatan.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto mengatakan proses kolaborasi yang sudah berjalan panjang telah memberikan peluang kepada UNJ terlibat dalam kegiatan ini.

Menurutnya selain capaian IKU bagi Universitas, kegiatan ini juga akan memberikan pengalaman kepada para mahasiswa yang terlibat magang selama 5-6 bulan dalam kegiatan tersebut serta memberikan pengalaman penuh dari aspek praktik dan belajar.

“Para mahasiswa akan berinteraksi dengan pelajar untuk mempromosikan sains di sekolah terutama yang terkait dengan AI,” katanya.

Selain itu para dosen juga direncanakan akan terlibat melakukan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi instruktur yang menyiapkan mahasiswa dalam program tersebut. Andy berharap kerja sama antara UNJ dengan Goethe-Institut dapat terus terjalin dan semakin luas baik dalam kegiatan akademik seperti pertukaran dosen maupun mahasiswa serta lainnya.