Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) kembali menyelenggarakan pelatihan Applied Approach (AA) bagi para dosen di lingkungan UNJ. Kegiatan pembukaan pelatihan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pelatihan AA ini merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat kompetensi pedagogik dan profesionalisme dosen, guna memastikan kualitas pembelajaran yang optimal di ruang kelas.
Dalam laporan pelaksanaannya, Koordinator Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kependidikan (Korpus PPSK) BP3 UNJ, Prof. Hernawan, menyampaikan rincian kepesertaan dan jadwal kegiatan.

“Kegiatan pelatihan AA kali ini diikuti oleh 22 orang dosen yang tersebar dari tujuh fakultas di lingkungan UNJ. Rencananya, seluruh rangkaian pelatihan akan dilaksanakan sepenuhnya melalui moda daring, mulai hari ini, 19 Mei hingga 25 Mei 2026,” lapor Prof. Hernawan.
Menyambung laporan tersebut, Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, dalam sambutannya menyoroti tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas pelatihan di UNJ. Ia mengungkapkan bahwa UNJ saat ini mendampingi sedikitnya delapan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pertahanan, hingga Politeknik Negeri Bandung dalam penyelenggaraan PEKERTI dan AA.
Lebih lanjut, Prof. Johansyah mengingatkan peserta mengenai adanya transisi kebijakan sertifikasi ke depan. “Mulai 1 Juni mendatang, akan ada perubahan skema baru yang mewajibkan proses melalui platform Massive Open Online Courses (MOOC) dengan durasi yang lebih panjang. Oleh karena itu, para peserta batch ini patut bersyukur karena masih menggunakan skema saat ini. Kami berharap seluruh peserta tetap semangat menyelesaikan tugas hingga lulus dan mendapatkan sertifikat AA,” tuturnya.

Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Direktur Akademik UNJ, Agung Premono, yang hadir mewakili Pelaksana Harian (Plh.) Rektor UNJ sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni. Dalam arahannya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BP3 atas inisiatif dan konsistensinya dalam menyelenggarakan program ini.
“Pelatihan AA ini adalah penyempurna tugas kita sebagai dosen. Ini menjadi modal utama untuk berinteraksi dan mengelola pembelajaran bersama mahasiswa di kelas, terutama mengingat dosen-dosen UNJ memiliki latar belakang yang sangat beragam, baik dari rumpun kependidikan maupun non-kependidikan,” tegas Agung Premono.

Selain memberikan manfaat personal bagi profesionalisme dosen, ia juga menekankan manfaat institusional dari kegiatan ini. Ke depannya, dosen yang telah lulus AA berpeluang menjadi instruktur, mengingat UNJ secara konsisten ditunjuk oleh kementerian sebagai salah satu kampus eks-IKIP penyelenggara pelatihan PEKERTI-AA secara nasional.
“Harapan kami, Bapak dan Ibu dapat mengikuti instruksi selama pelatihan dengan sebaik-baiknya agar lulus dan kelak mampu menjadi bagian dari tim instruktur AA UNJ berikutnya,” tutup Agung.
Melalui pelatihan Applied Approach (AA) 2026 ini, UNJ menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pedagogik dan profesionalisme dosen. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat peran UNJ sebagai salah satu perguruan tinggi rujukan nasional dalam pengembangan dan pelatihan dosen di Indonesia.
