Dosen FMIPA UNJ Kenalkan Inovasi Krayon Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah di HCMUT Vietnam

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengumuman
  4. »
  5. PENMABA Mandiri Ujian Tulis Universitas Negeri…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Program EQUITY UNJ Dorong Diplomasi Budaya dan Wawasan Industri melalui Delegasi Mahasiswa ke Vietnam

FT UNJ Gelar Talkshow UFE x UFY 2026, Bahas Tren dan Masa Depan Fashion Kreatif

Inovasi “Emas” dari UNJ! Nanopartikel Canggih Karya Prof. Setia Budi Jadi Langkah Strategis Menuju Teknologi Kesehatan Modern

LPPM UNJ Jalin MoA dengan UiTM dalam Kembangkan Prototype Digital Game untuk Mengukur Keterampilan Berpikir

FIKK UNJ Hadiri Undangan Eksklusif @america FC Podcast untuk Bahas FIFA World Cup 2026

Ho Chi Minh City, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui kontribusi akademik dan inovasi berkelanjutan. Dosen Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ, Sri Rahayu, tampil sebagai dosen tamu di Ho Chi Minh City University of Technology (HCMUT), salah satu universitas teknologi terkemuka di Vietnam pada 23 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Rahayu membawakan seminar internasional bertajuk “Biochemistry, Technology and Circular Economy Approach: Valorization of Waste Cooking Oil into Crayon.” Seminar ini menjadi forum strategis untuk memperkenalkan inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk krayon ramah lingkungan melalui pendekatan biokimia, teknologi tepat guna, dan ekonomi sirkular.

Melalui paparannya, Sri Rahayu menjelaskan bahwa minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berbasis sains dan teknologi untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

“Inovasi ini merupakan bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. Krayon berbahan minyak jelantah ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif,” ujar Sri Rahayu di hadapan para peserta seminar.

Inovasi krayon dari minyak jelantah tersebut menjadi salah satu contoh kontribusi sivitas akademika UNJ dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan. Pendekatan yang dikembangkan juga menunjukkan integrasi antara ilmu biokimia, teknologi lingkungan, dan kewirausahaan berbasis keberlanjutan.

Kehadiran Sri Rahayu di HCMUT sekaligus menjadi bagian dari upaya UNJ dalam memperkuat jejaring akademik global dan memperluas kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi lingkungan. Program dosen tamu ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama riset, pertukaran akademik, hingga pengembangan inovasi bersama antara UNJ dan perguruan tinggi di Vietnam.

Seminar tersebut mendapat sambutan positif dari para akademisi dan mahasiswa HCMUT. Mereka menilai bahwa inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi krayon merupakan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan lingkungan global saat ini, sekaligus dapat diterapkan dalam skala pendidikan maupun industri kreatif ramah lingkungan.

Partisipasi aktif dosen UNJ dalam forum internasional ini semakin menegaskan komitmen universitas dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global serta memperkuat posisi UNJ sebagai kampus yang adaptif terhadap isu keberlanjutan dan transformasi lingkungan dunia.