JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Royal University of Bhutan (RUB) menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat hubungan akademik dan pengembangan pendidikan. Penjajakan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Vice Chancellor RUB, Chewang Rinzin, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, di Ruang VIP Rektorat UNJ, Jumat (4/9/26).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh kedua perguruan tinggi, mulai dari pertukaran staf dan mahasiswa hingga kerja sama akademik, penelitian, serta pengembangan kapasitas.
Sekretaris Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, Sri Rahayu, mengatakan salah satu bentuk kerja sama yang menjadi perhatian awal adalah pertukaran staf, khususnya dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Yang terdekat dalam bentuk pertukaran staf yang bisa dicoba dari Pendidikan Anak Usia Dini, dan tidak menutup kemungkinan kerja sama lain,” ujar Sri Rahayu.
Menurut Sri Rahayu, penjajakan dengan RUB juga menjadi langkah awal UNJ dalam membangun hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi di Bhutan. Hingga saat ini, kerja sama dengan perguruan tinggi dari negara tersebut merupakan jejaring baru bagi UNJ.
Ia menjelaskan, RUB memiliki pengalaman menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Karena itu, penjajakan dengan UNJ diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi baru, terutama dengan mempertimbangkan kekuatan UNJ di bidang pendidikan.
“Kerja sama dengan UNJ pada dasarnya karena UNJ memiliki keunggulan pada bidang pendidikan. Mereka juga melakukan kerja sama dengan kampus seperti ITB dan UI serta kita dari UNJ,” katanya.
Sri Rahayu berharap RUB dapat berkembang menjadi salah satu mitra strategis UNJ dalam memperluas jejaring akademik internasional. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mencakup pertukaran sumber daya manusia, tetapi juga berkembang ke berbagai bidang sesuai dengan potensi kedua institusi.
Sementara itu, Vice Chancellor of the Royal University of Bhutan (RUB), Chewang Rinzin, mengatakan kunjungannya ke UNJ merupakan bagian dari upaya RUB untuk menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Asia. Salah satu fokus yang ingin dikembangkan adalah program pertukaran mahasiswa.
“Kehadiran kami di UNJ untuk melakukan penjajakan kerja sama, terutama untuk mendorong pertukaran mahasiswa dari universitas-universitas di Asia,” ujar Chewang Rinzin.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara RUB dan UNJ dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, antara lain pertukaran akademik, inisiatif penelitian, program gelar bersama, peningkatan kapasitas, serta pengembangan profesional.
“RUB dapat menyediakan fasilitas untuk mahasiswa internasional,” katanya.
Chewang juga mengharapkan UNJ yang telah memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan internasional dapat berpartisipasi dalam program pertukaran yang dikembangkan RUB.
Selain peluang pertukaran, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mengenal karakteristik akademik dan geografis kedua negara. Chewang menjelaskan bahwa Bhutan memiliki kondisi geografis yang berbeda dengan Indonesia karena sebagian besar wilayahnya dikelilingi bentang alam pegunungan.
Dalam konteks tersebut, RUB membawa visi untuk menjadi mercusuar global dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi guna mendukung masa depan yang sejahtera dan berkelanjutan.
Penjajakan kerja sama antara UNJ dan RUB menjadi langkah awal dalam memperluas jejaring internasional kedua perguruan tinggi. Kolaborasi yang akan dikembangkan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika melalui pertukaran mahasiswa dan staf, penguatan penelitian, serta berbagai program akademik yang mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan.